Kompas.com - 05/05/2021, 12:00 WIB
[Tangkapan Layar] Rumah Adat Riau Youtube/ yt sosmed[Tangkapan Layar] Rumah Adat Riau

KOMPAS.com - Riau adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di sebelah timur Pulau Sumatera. Riau memiliki posisi yang strategis sehingga menjadi salah satu jalur masuknya bangsa China dan Belanda ke Indonesia.

Riau memiliki rumah tradisional yang dinamakan Rumah Melayu Belah Bubung. Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nama bubung melayu diberikan oleh orang China.

Orang tersebut melihat kemiripan rumah tradisional Riau dengan rumah Klenting dan Limas. Sedangkan nama belah bubung diberikan karena aksitektur atapnya yang terbelah.

Rumah Melayu Belah Bubung memiliki tiga unsur dasar yaitu tiang, dinding, dan bubungan. Tiang adalah bagian penyangga unsur yang dapat membuat suatu rumah tegak berdiri.

Rumah Melayu Belah Bubung menggunakan tiang yang terbuat dari kayu besar nan kokoh agar rumah dapat berdiri tegak.

Baca juga: Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Rumah Melayu Belah Bubung menggunakkan dinding dari papan kayu yang dipasang secara tumpang tindih. Dinding membuat rumah bisa ditinggali karena melindungi dari panas, angin, dan juga serangan binatang buas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumah Melayu Belah Bubung memiliki bubungan atau atap rumah yang terbentuk dari rangka kayu berupa persegi panjang. Rumah Melayu Belah Bubung memiliki bubung yang terbelah dua, sehingga suatu rumah terlihat seperti memiliki lebih dari satu atap.

Abdul Malik dalam buku berjudul Lembaga Adat Melayu Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau (2012), menyebutkan bahwa Rumah Melayu Belah Bubung menurut kecuraman atapnya dibedakan menjadi:

  1. Rumah lipat pandan adalah rumah dengan atap yang curam.
  2. Rumah lipat kajang memiliki atap yang landau.
  3. Rumah atap layar (rumah ampar labu), memiliki dua atap yaitu atap yang curam dibagian atas, dan atap yang lebih landau dibagian bawahnya.

Selain berdasarkan kecuraman atapnya, Rumah Melayu Belah Bubung juga dibedakan berdasarkan arah atap terhadap jalan.

Rumah dengan atap yang sejajar dengan arah jalan disebut dengan rumah perabung panjang. Sedangkan rumah dengan atap yang bersilangan dengan arah jalan disebut dengan rumah perabung melintang.

Baca juga: Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Meskipun Rumah Melayu Belah Bubung dibedakan menjadi lima jenis sesuai dengan atapnya, namun ruangan dalam rumah bubung mengikuti tata ruang melayu yang sama.

Marhalim Zaini dalam buku berjudul Mengenal Rumah Melayu Riau menyebutkan bahwa rumah melayu pada umumnya terdiri atas:

  • Selasar atau yang biasa disebut sebagai anjungan adalah ruang terbuka di bagian depan remah serupa teras atau balkon. Selasar biasanya dilengkapi dengan tempat duduk juga meja untuk menerima tamu.
  • Rumah induk adalah bagian dalam rumah yang mencakup ruang depan, ruang tengah, dan kamar.
  • Dapur atau yang disebut penanggah adalah tempat memasak dan menimpan berbagai peralatan. Dapur pada rumah khas melayu biasanya dilengkapi dengan ruang penghubung antara dapur dan rumah induk.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X