Kompas.com - 29/04/2021, 14:28 WIB
Tarian soya soya di persembahkan untuk preseiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara puncak Sail Morotai 2012 di desa Juanga, Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/9/2012) Tari Soya-soya adalah tarian heroisme yang ditampilkan saat menyambut tamu yang pertama kali menginjakkan kaki di Morotai, Maluku Utara. KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTOTarian soya soya di persembahkan untuk preseiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara puncak Sail Morotai 2012 di desa Juanga, Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/9/2012) Tari Soya-soya adalah tarian heroisme yang ditampilkan saat menyambut tamu yang pertama kali menginjakkan kaki di Morotai, Maluku Utara.

KOMPAS.comTari Soya-Soya berasal dari Maluku Utara. Tari tradisional ini dipercaya telah ada sejak zaman Sultan Baabullah memimpin Kesultanan Ternate, sekitar tahun 1570 hingga 1583.

Tarian ini diciptakan oleh seniman Kesultanan Ternate untuk mengabadikan peristiwa sejarah yang melatar belakanginya. Tari Soya-Soya sering dibawakan di kawasan Keraton Kesultanan dengan iringan musik tradisional.

Asal usul Tari Soya-Soya

Tarian ini terinspirasi dari peristiwa penyerbuan tentara Ternate ke Benteng Kastela atau Benteng Nostra Senora del Rosario dari kekuasaan Portugis, pada 25 Februari 1970.

Penyerbuan ini dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Baabullah memimpin Kesultanan Ternate.

Dilansir dari situs Warisan Budaya Tak Benda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tujuan utama penyerbuan ini ialah untuk menjemput jenazah Sultan Khairun, ayah Sultan Baabullah yang telah dibunuh Portugis.

Baca juga: Tari Topeng Kuncaran dari Jawa Barat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peristiwa penyerbuan ini kemudian diabadikan dalam seni tari tradisional bertemakan perang. Hingga saat ini Tari Soya-Soya masih sering ditampilkan dalam acara resmi, baik untuk penyambutan tamu atau lainnya.

Makna Tari Soya-Soya

Menurut Syahril Muhammad dan Rustan Hasim dalam jurnal Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Mewujudkan Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri Kota Ternate (2020), tarian ini mengandung makna ungkapan kebanggaan rakyat Ternate, karena keberhasilan para pejuang dalam mengusir penjajah dari tanah mereka di masa lampau.

Mengutip dari Encyclopedia DKI Jakarta, soya-soya berarti pantang menyerah atau penjemputan. Tari tradisional ini memiliki nilai kepahlawanan yang sangat tinggi.

Selain itu, tarian ini juga menjadi identitas rakyat Kesultanan Ternate yang selalu berjuang dan pantang menyerah.

Gerak Tari Soya-Soya

Tari tradisional ini dibawakan oleh pria dengan jumlah ganjil, biasanya minimal tiga dan tidak ada batas maksimum penarinya.

Baca juga: Asal Usul Tari Batu Nganga, Nusa Tenggara Barat

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X