Kompas.com - 29/04/2021, 13:35 WIB
Ilustrasi tari Batu Nganga Nusa Tenggara Barat KOMPAS.com/Gischa PrameswariIlustrasi tari Batu Nganga Nusa Tenggara Barat

KOMPAS.com - Tari Batu Nganga termasuk jenis tari tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Tarian ini menggunakan cerita rakyat sebagai latar belakang kisahnya.

Selain Tari Lenggo, Tari Batu Nganga juga masuk dalam tari tradisional khas NTB. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara kebudayaan ataupun acara adat.

Sayangnya tarian tradisional ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia ataupun mancanegara.

Asal usul Tari Batu Nganga

Mengutip dari jurnal Implementasi Pengembangan Wisata Halal di Provinsi Nusa Tenggara Barat karya Wiredarme, dkk, Tari Batu Nganga mengisahkan kecintaan rakyat terhadap putri raja, yang mana kisah ini diangkat dari cerita rakyat.

Baca juga: Tari Beksan Wireng: Sejarah, Asal-Usul, Gerak Tari, dan Propertinya

Dikisahkan jika putri raja tersebut jatuh dan masuk ke dalam batu, sehingga ia tidak bisa keluar. Seluruh rakyat yang mengetahuinya menjadi panik dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar putri raja bisa keluar dari dalam batu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa saat kemudian, doa mereka dikabulkan sehingga sang putri bisa keluar dengan selamat dari dalam batu. Cerita rakyat inilah yang kemudian disampaikan dan ditampilkan dalam bentuk tarian tradisional, Tari Batu Nganga.

Makna Tari Batu Nganga

Menurut Navita Kristi, dkk dalam buku Fakta Menakjubkan tentang Indonesia (2012), Tari Batu Nganga menceritakan tentang permohonan rakyat agar putri raja bisa keluar dengan selamat dari dalam batu.

Tarian ini memiliki makna kecintaan rakyat terhadap putri raja. Selain itu, tari tradisional ini juga mengandung nilai religi, karena dalam tarian juga diperlihatkan rakyat yang memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk mengeluarkan putri dari dalam batu.

Busana yang dikenakan dalam Tari Batu Nganga

Busana yang dikenakan penari menggunakan pakaian tradisional khas Nusa Tenggara Barat. Tari Batu Nganga dimainkan oleh lima orang. Satu orang perempuan berperan sebagai putri raja dan keempat penari lainnya menjadi rakyat, bisa pria ataupun perempuan.

Baca juga: Tari Burung Enggang, Tarian Suku Dayak Kenyah

Dalam tarian diperlihatkan dengan jelas ekspresi sedih rakyat ketika putri raja jatuh dan masuk ke dalam batu. Ekspresinya berubah ketika putri raja bisa keluar dengan selamat. Tari Batu Nganga diiringi dengan alunan dan irama musik tradisional khas NTB.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X