Kompas.com - 16/04/2021, 15:23 WIB
Proses Denudasi wikimedia.org/Birla Institute of Technology and ScienceProses Denudasi

KOMPAS.com - Bumi tempat tinggal kita tidaklah sama dari awal terbentuk hingga sekarang. Bumi mengalami banyak sekali perubahan lanskap geografisnya.

Pada awalnya Bumi hanya terdiri dari satu daratan yang sangat luas, kemudian terpecah-pecah menjadi daratan yang lebih kecil seperti sekarang.

Salah satu proses alami perubahan permukaan bumi adalah denudasi. Denudasi adalah semua proses penurunan batuan baik secara kimiawi maupun fisik yang mengakibatkan terkikisnya permukaan bumi.

Dilansir dari World Atlas, denudasi terdiri dari tiga jenis yaitu erosi, pelapuka, dan pemborosan massal.

Baca juga: Pengertian Litosfer dan Material Pembentuknya

Faktor penyebab denudasi 

Denudasi terjadi karena berbagai faktor, baik endogen (dari dalam bumi) seperti aktivitas tektonik dan vulkanik, maupun dari tenaga eksogen (dari luar bumi) seperti berbagai fenomena cuaca.

Berikut adalah faktor terjadinya denudasi:

  • Aktivitas Antropogenik

Aktivitas antropogenik adalah segala macam aktivitas yang berdampak dari aktivitas manusia. Aktivitas manusia dapat menyebabkan terjadinya denudasi.

Misalnya penggundulan hutan akibat penebangan baik untuk diambil kayunya maupun pembukaan lahan pertanian. Tidak adanya hutan membuat air dan cuaca lebih mudah untuk mengikis batuan dan berakhir dengan denudasi.

Selain penggundulan hutan, pembangunan gedung pencakar langit yang membebani permukaan tanah juga dapat memicu denudasi.

Belum lagi pengeboran dan penggalian hasil tambang seperti batu kapur, emas, dan nikel yang juga memicu terjadinya denudasi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
Berapa Usia Matahari?

Berapa Usia Matahari?

Skola
Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
komentar
Close Ads X