Kompas.com - 13/04/2021, 15:41 WIB
Yatiman seniman seni ukir relief 3 dimensi asal Jepara saat menyelesaikan hasil karyanya di Tangerang, Banten, Rabu (17/01/2017). Yatiman menjadi seorang seniman ukir kayu sejak umur 19 tahun di Jepara Jawa Tengah. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIYatiman seniman seni ukir relief 3 dimensi asal Jepara saat menyelesaikan hasil karyanya di Tangerang, Banten, Rabu (17/01/2017). Yatiman menjadi seorang seniman ukir kayu sejak umur 19 tahun di Jepara Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Teknik ukir termasuk dalam salah satu cara pembuatan kerajinan tangan. Teknik ini sering diaplikasikan pada bahan keras, seperti kayu dan batu. Namun, teknik ukir juga sering diterapkan pada bahan agak lunak seperti gabus.

Biasanya teknik ukir ini dilakukan untuk memberikan motif atau hiasan pada suatu benda. Contohnya lemari kayu dan meja kayu yang diberikan motif ukiran berbentuk bunga atau hewan.

Menurut Edij Kismartanto dalam buku Membuat Ukiran dari Bahan Gabus (2010), sebelum mulai membuat seni ukir, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni mempersiapkan desain dan alat-alatnya.

Persiapan desain ini berarti menentukan motif yang akan diaplikasikan pada bahannya. Penentuan motif sangat berpengaruh pada jenis bahan dan peralatan yang akan dipakai.

Contohnya jika membuat seni ukir pada bahan gabus, tentunya peralatan yang digunakan akan berbeda dengan pembuatan seni ukir pada bahan kayu.

Baca juga: Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam Seni Ukir

Langkah-langkah 

Langkah-langkah dalam membuat ukiran, yaitu: 

  • Persiapkan bahan dan peralatannya

Bahan utama yang perlu dipersiapkan ialah kayu atau batu. Tergantung pada jenis bahan yang diinginkan, bisa juga menggunakan tanah liat, gabus atau logam.

Untuk peralatannya harus menyesuaikan dengan bahan yang digunakan. Untuk bahan kayu atau batu, biasanya menggunakan pahat dan palu kayu. Sedangkan peralatan pendukungnya bisa disesuaikan dengan kebutuhannya. Misalnya kikir, gergaji, atau lainnya.

  • Pembuatan motif pada bahan

Setelah menyiapkan bahan dan menentukan desain yang akan dibuat, selanjutnya adalah pembuatan motif pada bahan yang akan diukir. Proses ini dilakukan dengan membuat susunan garis atau motif pada bahannya. Tujuannya supaya motifnya nanti bisa tersusun rapi dan indah.

  • Proses pengukiran

Proses pengukiran dilakukan dengan mencongkel bahan yang digunakan. Pencongkelan ini merupakan proses pengukiran pertama. Tujuannya agar motif yang akan dibentuk bisa terlihat lebih jelas.

Setelah itu, ukiran akan semakin diperjelas dengan cara mengetok kayu dengan pahat dan palu kayu. Alurnya mengikuti motif yang dibuat. Contohnya jika membuat motif bunga, maka pola ketokan pahat dan palu kayunya harus membentuk bunga.

Proses pengukiran akan terus terjadi hingga motifnya semakin terlihat jelas. Untuk waktunya bergantung pada tingkat kerumitan motifnya.

Baca juga: Empat Cabang Seni Budaya

  • Tahap akhir atau proses finishing

Pada tahap akhir atau proses finishing, bahan yang telah diukir harus dirapikan dan dibersihkan. Baru setelah itu, bahan tersebut bisa diberi cat atau warna sesuai dengan keinginan.

Selain itu, tujuan pemberian warna cat ini supaya nanti hasilnya bisa bertahan lama atau awet. Sesuai diberi warna dengan cat, bahan tersebut akan dikeringkan sesuai dengan jumlah waktu yang dibutuhkan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X