Kompas.com - 04/04/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi buaya freepik.com/naypongIlustrasi buaya

KOMPAS.com - Banyak yang mengira jika buaya dan aligator itu hewan yang sama, karena fisiknya terlihat sangat mirip. Kemiripan ini dikarenakan buaya dan aligator masih dalam satu kerabat dekat dalam ordo Crocodilia.

Sekilas, buaya dan aligator memiliki persamaan fisik seperti kulit yang tebal dan moncong tajam yang mengerikan. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, buaya dan aligator memiliki banyak perbedaan mencolok.

Tahukah kamu apa saja perbedaan buaya dengan aligator?

Moncong dan giginya yang tajam

Mengutip Live Science, moncong tajam yang dimiliki aligator dan buaya berbeda bentuknya. Moncong aligator bentuknya lebih lebar, seperti huruf U. Sedangkan moncong buaya lebih runcing dan bentuknya seperti huruf V.

Saat moncongnya tertutup, buaya akan terlihat seperti sedang menyeringai dan kelihatan giginya. Karena gigi keempat di setiap sisi rahang bawah milik buaya akan selalu menempel di bibir atasnya.

Sedangkan saat moncong aligator tertutup, seluruh gigi di rahang bawahnya akan tersembunyi. Karena rahang bagian atas aligator lebih besar dibandingkan rahang bawahnya. Sehingga saat moncongnya tertutup, gigi bawahnya tidak akan terlihat.

Baca juga: Buaya, Reptil Besar Pemakan Daging

Ukuran dan warnanya juga berbeda

Dilansir dari Owlcation, ukuran tubuh buaya dewasa lebih besar dibanding aligator dewasa. Buaya dewasa bisa tumbuh hingga 19 kaki atau sekitar lima meter lebih, sedangkan aligator dewasa hanya memiliki ukuran tubuh maksimal 14 kaki atau sekitar empat meter.

Dari segi warnanya, buaya dan aligator memiliki perbedaan. Warna kulit buaya cenderung berwarna kecoklatan muda atau mirip seperti zaitun. Sedangkan kulit aligator biasanya abu-abu kehitaman, bergantung pada habitatnya.

Uniknya, warna kulit aligator juga dipengaruhi oleh kualitas air tempatnya hidup. Jika ada alga di perairan tersebut, maka kulit aligator bisa berubah menjadi lebih hijau. Sedangkan adanya asam tanat dari pohon di sekitar perairan, akan membuat kulitnya lebih gelap.

Di manakah habitatnya?

Buaya mempunyai kelenjar khusus di lidah yang berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan garam di lidah. Artinya buaya bisa tahan berhari-hari atau berminggu-minggu tinggal di perairan asin. Namun, mayoritas habitat buaya memanglah di air asin.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keunikan Alat Musik Tradisional Bali

Keunikan Alat Musik Tradisional Bali

Skola
Tuma, Alat Musik Khas Kalimantan Barat

Tuma, Alat Musik Khas Kalimantan Barat

Skola
8 Alat Musik Daerah NTT

8 Alat Musik Daerah NTT

Skola
Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Skola
Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
komentar
Close Ads X