Kompas.com - 30/03/2021, 14:45 WIB
George John Romanes, awalnya menggunakan Neo-Darwinisme pada tahun 1895 untuk merujuk pada modifikasi awal teori Darwin. wikimedia.org/Elliott & Fry (1896) The Life and Letters of George John Romanes George John Romanes, awalnya menggunakan Neo-Darwinisme pada tahun 1895 untuk merujuk pada modifikasi awal teori Darwin.

KOMPAS.com - Masihkah inget kamu tentang teori Darwin yang mengemukakan bahwa semua spesies makhluk hidup berevolusi karena adanya seleksi alam.

Darwin beranggapan bahwa spesies dengan gen yang sesuai keadaan alam akan bertahan hidup dan menghasilkan keturunan.

Sedangkan gen yang tidak sesuai atau lemah akan mati dan tidak memiliki keturunan. Hal ini menyebabkan hanya gen unggul saja yang diwariskan.

Sejarah Neo Darwinisme

Teori Darwin dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859 lewat bukunya yang berjudul “the Origin of Spesies” yang pada masa itu menggemparkan masyarakat.

Baca juga: Teori Darwin

Lalu pada tahun 1866 Gregor Johann Mendel mengemukakan adanya pewarisan sifat dari individu ke keturuannya. Penemuannya membuat Mendel dikenal sebagai bapak genetika.

Penemuan pewarisan sifat tersebut memberikan banyak perdebatan tentang teori Darwin karena tidak memperhitungkan genetika.

Lalu pada tahun 1880 dikemukakanlah modifikasi teori Darwin yang diberi nama teori Neo Darwinisme dan dikemukakan oleh seorang naturalis asal Jerman bernama August Weismann.

Pengertian Neo Darwinisme

Teori Neo Darwinisme atau teori sintesis modern adalah teori evolusi makhluk yang didasarkan oleh teori Darwin dan teori genetika Mendel.

Menurut Neo Darwinisme, evolusi tidak hanya terjadi karena seleksi alam namun juga disebabkan oleh perubahan genetik dalam tubuh makhluk hidup.

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, teori Neo Darwinisme menyatakan bahwa evolusi didasarkan oleh mutasi gen (pembawa perilaku tertentu yang bersifat egois) yang bekerja sama pada tingkat jaringan protein dan merubah fenotipe (penampilah fisik) dari makhluk hidup. Sehingga terjadi perubahan DNA dan RNA dalam tubuh makhluk hidup.

Baca juga: Persamaan dan Perbedaan Teori Darwin dan Lamarck Tentang Evolusi

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X