Kompas.com - 28/03/2021, 11:13 WIB
Ilustrasi petir saat badai. SHUTTERSTOCK/John D SirlinIlustrasi petir saat badai.

KOMPAS.com - Petir adalah suatu peristiwa yang sering terjadi di Bumi. Petir adalah kilatan listrik yang terlihat sangat terang dilangit dan disusul oleh suara gemuruh bernama Guntur.

Petir adalah loncatan energi yang terjadi karena perbedaan potensial di awan dengan permukaan Bumi.

Petir memiliki energi listrik yang sangat besar sehingga memiliki daya hancur yang besar. Dilansir dari Energy Cast, satu sambaran petir menghasilkan 10 gigawatt dalam waktu yang sangat singkat.

Hal ini membuktikan bahwa kekuatan satu sambaran petir seperti ribuan kali lebih kuat dibandingkan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga air. Sehingga petir bisa menghancurkan obyek yang disambarnya.

Baca juga: Bagaimana Petir Terjadi?

Di sisi lain, petir memiliki beragam manfaat. Berikut penjelasannya: 

  • Membantu pertumbuhan tanaman

Tanaman membutuhkan nitrogen untuk dapat tumbuh. Nitrogen tersedia di atmosfer tapi tidak dalam bentuk ikatan dua atom molekul nitrogen yang bisa digunakan langsung oleh tanaman.

Dilansir dari The Weather Guys, energi listrik petir memutus ikatan nitrogen di atmosfer sehingga satu atom nitrogen berikatan dengan oksigen membentuk nitrogen oksida.

Nitrogen oksida yang dapat larut dalam air menjadi asam nitrat, kemudian akan terbawa air hujan dan turun ke permukaan bumi.

Nitrat sampai ke tanah dengan air hujan dan diserap oleh tanaman sebagai salah satu molekul yang dibutuhkan untuk tumbuh. Tanah dengan nitrogen yang banyak lebih subur untuk menumbuhkan tanaman.

  • Membentuk ozon

Saat hujan kamu sering mencium bau khas antara tanah yang basah karena hujan, juga bau khas lain yang tidak bisa dijelaskan.

Baca juga: Kenapa Langit Berwarna Merah?

Bau tersebut adalah bau dari ozon, yaitu molekul yang melindungi Bumi dari radiasi sinar Matahari. Saat petir menyambar, panasnya memisahkan molekul-molekul oksigen dan juga nitrogen di atmosfer.

Sebagian berubah menjadi nitrogen oksida, dan sebagiannya lagi membentuk zat bernama O3 atau yang kita kenal sebagai ozon. Jadi, setiap terjadi petir saat itu juga ozon dibentuk di atmosfer.

  • Membersihkan lantai hutan

Petir secara alami menyambar hutan, menyulut api, dan menyebabkan kebakaran hutan. Kebakaran hutan secara alami tidaklah merugikan, melainkan menguntungkan.

Api akan mebersihkan lantai hutan dari tanaman dan hewan yang mati, memberikan ruang bagi organisme baru untuk tumbuh dan berkembang. Tanpa adanya kebakaran alami karena petir, hutan tidak bisa tumbuh subur dan hanya dipenuhi oleh sisa-sisa organisme yang telah mati.

Baca juga: Mengapa Hujan Deras Selalu Diikuti Awan Mendung dan Petir?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Musik Daerah Bengkulu

Alat Musik Daerah Bengkulu

Skola
Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Skola
Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Skola
8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

Skola
Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Skola
Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Skola
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Skola
Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Skola
Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Skola
Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Skola
Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Skola
Mengenal Rumah Adat Bali

Mengenal Rumah Adat Bali

Skola
Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Skola
Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Skola
Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Skola
komentar
Close Ads X