Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biaya Produksi: Pengertian, Kategori dan Contohnya

Kompas.com - 26/03/2021, 17:09 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri ,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam kegiatan produksi, perusahaan harus mengeluarkan biaya tertentu. Biaya ini lebih dikenal sebagai biaya atau ongkos produksi.

Perusahaan harus menentukan kisaran biaya yang harus dikeluarkan dalam proses produksi barang atau jasa. Tujuannya supaya perusahaan tidak mengalami kerugian bahkan bangkrut.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan biaya produksi?

Pengertian biaya produksi

Menurut Syamsul Rivai dalam buku Di Balik Layar Perahu Pinisi (Tinjauan Bisnis dan Kearifan Lokal) (2019), biaya produksi adalah biaya yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk siap jual.

Biaya produksi difokuskan untuk mengolah bahan baku menjadi produk siap jual. Pengeluarannya harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan, agar lebih efisien dan efektif.

Baca juga: Apa itu Produksi Massal? 

Dilansir dari situs Investopedia, biaya produksi atau yang dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai production cost dapat mencakup biaya tenaga kerja, bahan baku, perlengkapan dan hal lainnya.

Tidak semua pengeluaran perusahaan dapat disebut biaya produksi. Karena pengeluaran yang bisa disebut biaya produksi haruslah berhubungan langsung dengan pendapatan perusahaan.

Contohnya produsen pakaian harus menanggung upah tenaga kerja dan bahan baku, agar bisa menghasilkan pakaian yang layak jual. Penyedia layanan transportasi harus menangguh upah tenaga kerja, agar bisa menjalankan layanannya.

Kategori biaya produksi

Dikutip dari Corporate Finance Institute, biaya produksi bisa dikategorikan menjadi tiga bentuk. Apa sajakah kategorinya?

  • Direct material atau material bahan baku

Direct material merupakan kategori biaya produksi dari pengolahan bahan mentah langsung menjadi produk siap jual. Direct material hanya menghitung pengeluaran bahan baku yang diperlukan.

Contohnya perusahaan otomotif yang membutuhkan suku cadang. Berarti suku cadang, seperti mesin dan lain-lain termasuk dalam direct material. Contoh lainnya perusahaan pakaian, kain dan kancing yang dibutuhkan perusahaan tersebut termasuk direct material.

  • Direct labor atau tenaga kerja

Direct labor merupakan kategori biaya produksi yang dihitung dari upah, tunjangan serta asuransi tenaga kerja. Direct labor hanya menghitung pengeluaran produksi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Contohnya perusahaan otomotif membutuhkan tenaga ahli untuk perakitan. Contoh lainnya perusahaan pakaian membutuhkan penjahit.

Baca juga: Faktor Produksi Modal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

  • Manufacturing overhead

Manufacturing overhead merupakan kategori biaya produksi yang dikeluarkan saat mengolah produk. Manucaturing overhead bisa jadi tidak berkaitan langsung dengan produk, tetapi membantu kelancaran proses produksi.

Pengeluarannya bisa berupa biaya perawatan mesin, bahan baku tidak langsung (misalnya gunting, selotip, dan lain-lain), tenaga kerja tidak langsung (petugas keamanan, supervisor, dan lain-lain).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com