Kompas.com - 25/03/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi usaha konveksi

KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi usaha konveksi

KOMPAS.com - Produsen berperan sangat penting dalam kehidupan ekonomi. Produsen bisa diartikan sebagai individu atau kelompok yang melakukan kegiatan produksi.

Peran produsen sangat diperlukan, supaya masyarakat atau konsumen bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Produsen juga memerlukan konsumen agar kegiatan produksinya bisa terus berjalan.

Pengertian produsen

Menurut Tri Kunawangsih Pracoyo dan Antyo Pracoyo dalam buku Aspek Dasar Ekonomi Mikro (2006), disebutkan jika produsen merupakan individu atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi barang atau jasa.

Produsen bisa berasal dari kalangan perseorangan, perusahaan, badan usaha ataupun organisasi ekonomi sejenisnya. Barang atau jasa yang dihasilkan pun akan mengalami perubahan nilai ekonomi setelah melalui proses produksi.

Dilansir dari situs The Library of Economics and Liberty (Econlib), produsen atau yang dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai producer (dalam bidang ekonomi) merupakan individu yang membuat serta memasok barang atau jasa.

Kegiatan utama produsen ialah produksi barang atau jasa, yang mana membutuhkan tenaga kerja serta modal. Contohnya untuk memproduksi pakaian, produsen memerlukan modal berupa uang dan kain, serta tenaga kerja untuk menjahit atau menjalankan mesin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Produksi: Pengertian, Tujuan, dan Faktornya

Fungsi produsen

Produsen memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi. Fungsi ini didasarkan pada peran produsen dalam rumah tangga ekonomi. 

Dikutip dari Enotes, fungsi utama produsen dalam ekonomi ialah membuat (memproduksi) barang atau jasa untuk kemudian dijual dan digunakan oleh konsumen.

Selain menjalankan perannya dalam sektor produksi, produsen juga berperan besar dalam menyerap tenaga kerja. Mulai dari bidang produksi barang hingga pelayanan jasa.

Contohnya perusahaan industri membutuhkan tenaga kerja yang besar untuk menjalankan usahanya. Contoh lainnya penyedia jasa transportasi membutuhkan sopir, pilot, masinis, penjual tiket, dan lain-lain dalam keberlangsungan usahanya.

Tujuan produsen

Salah satu tujuan adanya produsen dalam sektor ekonomi ialah untuk memproduksi barang atau jasa. Namun, sebenarnya ada tujuan lain dari produsen, yaitu:

  • Membuat atau mengubah serta meningkatkan nilai guna sebuah produk

Agar bahan atau barang bisa digunakan, perlu proses pembuatan atau pengubahan nilai guna. Contohnya pembuatan kendaraan yang dirangkai dari mesin. Contoh lainnya kain diubah nilai gunanya menjadi pakaian agar bisa digunakan. 

  • Memberi pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat

Pelayanan ini bisa diperjual belikan atau secara sukarela diberikan kepada masyarakat. Contohnya pelayanan jasa transportasi atau potong rambut yang keduanya sama-sama memerlukan biaya. Contoh lainnya pelayanan jasa pembuatan SIM atau konsultasi pajak yang tidak perlu mengeluarkan biaya.

  • Memenuhi kebutuhan konsumen atau masyarakat

Konsumen memerlukan produsen agar bisa mendapat barang atau jasa yang dibutuhkan. Namun, produsen juga memerlukan konsumen untuk mendapat penghasilan sebagai modal proses produksi.

  • Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan penghasilan negara

Masyarakat yang berperan menjadi produsen bisa meningkatkan taraf hidupnya dengan mendapat penghasilan produksi. Negara juga mendapat kenaikan pendapatan yang dihasilkan dari pembayaran pajak produsen serta hasil ekspor produk.

  • Mendapat keuntungan atau laba semaksimal mungkin

Produsen membutuhkan penghasilan untuk melakukan proses produksi. Selain itu, memperoleh laba atau keuntungan semaksimal mungkin menjadi tujuan dasar seorang produsen.

Baca juga: Produksi Sektor Primer, Sekunder, dan Tersier

Bentuk produsen

Proses produksi bisa dilakukan oleh perseorangan ataupun oleh badan usaha. Produsen dibagi menjadi dua jenis atau bentuk, yaitu:

  1. Produsen perseorangan
    Aktivitas produksi dijalankan oleh individu atau perseorangan. Walau dilakukan perseorangan, tetapi dalam proses produksinya tetap membutuhkan tenaga kerja. Contohnya produksi makanan, kerajinan, dan lain-lain. Biasanya aktivitas produksi ini masih dalam skala kecil.
  2. Produsen badan usaha
    Aktivitas produksi ini dijalankan oleh badan usaha, baik milik swasta ataupun pemerintah. Hasil produksinya memiliki jangkauan yang lebih luas dibanding produsen perseorangan. Contoh badan usaha milik swasta memproduksi makanan atau peralatan elektronik. Contoh badan usaha pemerintah memproduksi air minum, listrik, dan lain-lain.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.