Kompas.com - 08/03/2021, 19:04 WIB
Warga memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada pukul 10.17 WIB di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020). Kegiatan tersebut dilakukan mulai pukul 10.17 WIB hingga 10.20 WIB sebagai bentuk menghormati peringatan detik-detik proklamasi dalam HUT Ke-75 Kemerdekaan RI. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada pukul 10.17 WIB di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020). Kegiatan tersebut dilakukan mulai pukul 10.17 WIB hingga 10.20 WIB sebagai bentuk menghormati peringatan detik-detik proklamasi dalam HUT Ke-75 Kemerdekaan RI.

KOMPAS.com - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Peristiwa bersejarah ini memiliki makna tersendiri bagi kehidupan Bangsa Indonesia hingga saat ini.

Proklamasi berasal dari Bahasa Latin, yakni proclamare. Artinya pemberitahuan kepada khalayak umum. Pemberitahuan ini biasanya berkaitan dengan masalah ketatanegaraan.

Maka dapat dikatakan jika proklamasi kemerdekaan merupakan bentuk pemberitahuan kepada khalayak luas tentang kemerdekaan suatu negara. Proklamasi kemerdekaan ditujukan untuk rakyat negara itu sendiri dan juga seluruh rakyat dunia.

Menurut Endang Witanti dalam buku Proklamasi Kemerdekaan (2017), peristiwa pembacaan teks proklamasi tidak hanya sebagai salah satu peristiwa bersejarah saja. Namun, juga sebagai sumber semangat dan kekuatan untuk masyarakat Indonesia.

Baca juga: Susunan Acara pada Pembacaan Teks Proklamasi

Salah satu makna yang bisa didapat dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ialah bebasnya Bangsa Indonesia dari tangan penjajahan.

Walaupun setelah mengumandangkan proklamasi, masyarakat Indonesia masih harus terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan.

Selain bebas dari tangan penjajahan, proklamasi kemerdekaan juga memiliki makna penting lainnya dalam kehidupan Bangsa Indonesia, yaitu:

  • Puncak perjuangan Bangsa Indonesia selama berpuluh-puluh tahun

Bangsa Indonesia telah melakukan perjuangan mengusir penjajahan, baik secara fisik maupun diplomasi. Perjuangan ini telah dilakukan sejak 20 Mei 1908. Awalnya perjuangan tersebut dilakukan dalam lingkup kedaerahan, sehingga belum menuai hasil yang maksimal.

Namun, setelah 1908, perjuangan memerdekakan Indonesia dilakukan secara nasional, karena tujuannya untuk membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan bebas dari penjajahan.

  • Proklamasi kemerdekaan merupakan informasi penting yang harus disampaikan ke seluruh dunia

Proklamasi kemerdekaan dicapai dengan hasil kerja keras dari para pejuang, untuk membebaskan Indonesia dari tangan penjajahan. 

Maka, proklamasi menjadi informasi yang sangat penting untuk disebarkan, tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga internasional. Agar seluruh dunia mengetahui jika Bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang merdeka dan bebas dari kuasa negara manapun.

  • Bangsa Indonesia telah resmi merdeka dan memiliki kedudukan yang setara dengan negara lainnya

Proklamasi dikumandangkan untuk menyatakan jika Indonesia resmi merdeka dari tangan penjajahan. Lewat proklamasi, Indonesia juga menyatakan jika kedudukan negaranya sudah setara dengan negara lainnya yang sudah merdeka.

Posisi negara Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi bahkan dikuasai oleh negara lainnya. Karena status Indonesia sudah merdeka.

  • Proklamasi berarti Indonesia siap hidup sebagai NKRI 

Proklamasi berarti Indonesia hidup sebagai negara kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Walau berasal dari beragam suku, agama, bahasa dan daerah, Indonesia tetap satu kesatuan yang utuh.

Adanya proklamasi juga membuat Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas negaranya. Misalnya mulai dari penyusunan peraturan, penataan kehidupan ekonomi, dan lain sebagainya yang tidak bisa dikendalikan oleh bangsa asing atau penjajah.

  • Perubahan tata hukum dari kolonial menjadi tata hukum nasional 

Proklamasi dimaknai sebagai perubahan tata hukum kolonial menjadi nasional. Setelah merdeka, Indonesia memiliki hak untuk mengubah tata hukumnya, dari yang semula sesuai dengan hukum penguasa asing menjadi hukum nasional milik Indonesia.

Sebelum merdeka, tata hukum dan peraturan lain di Indonesia dibuat oleh bangsa asing yang kebanyakan menyengsarakan kehidupan masyarakat. Maka dari itu, setelah merdeka, Indonesia memiliki kekuasaan penuh untuk mengubah tata hukum dan peraturannya.

  • Peristiwa proklamasi menjadi titik awal pembangunan nasional di Indonesia 

Proklamasi memang menjadi puncak perjuangan Bangsa Indonesia. Namun, setelah memerdekakan diri, Bangsa Indonesia perlu banyak berbenah, khususnya pada ranah pembangunan nasional.

Contohnya pada bidang ekonomi, sosial, budaya. Contoh paling nyatanya ialah perubahan mata uang, membenahi sistem pendidikan dan lain sebagainya.

Baca juga: Urutan Kronologi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X