Kompas.com - 08/03/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi tari Lenso Maluku kebudayaan.kemdikbud.go.idIlustrasi tari Lenso Maluku

KOMPAS.com - Tari Lenso merupakan tari tradisional Provinsi Maluku yang mengalami pengaruh dari kebudayaan asing.

Pengaruh tersebut datang dari Portugis yang datang ke Maluku untuk melakukan penjajahan. Dirangkum dalam buku Deskripsi Tari Lenso (2000), tari Lenso pertama kali dikenal di Maluku ketika Portugis masuk sekitar 1612.

Lenso diambil dari bahasa Portugis yang artinya sapu tangan. Sapu tangan menjadi properti utama dari tari Lenso.

Setelah Portugis meninggalkan Maluku, Belanda datang dan menjajah Maluku karena rempah-rempahnya. Dalam masa pemerintahan Belanda, tari Lenso berkembang pesat.

Baca juga: Tari Kancet Papatai, Tarian Perang dari Kalimantan Timur

Hal ini karena tari Lenso selalu ditarikan setiap perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Pemerintah Belanda menugaskan penduduk Maluku untuk tampil membawakan tari Lenso saat ada pesta rakyat.

Hingga saat sekarang tari Lenso sudah mulai menyebar ke seluruh tempat pulau Ambon, yaitu jazirah Leitimur, Nusaniwe, kota Ambon, dan di Kepulauan Lease.

Tari Lenso biasanya dipentasskan pada saat acara adat, menyambut tamu penting, dan memperingati hari-hari besar keagamaan dan nasional.

Tari Lanso sebagai tarian perekat dan pengikat tali persaudaraan masyarakat Maluku. Sehingga tari Lanso boleh ditarikan siapa saja tanpa membedakan status sosial, ekonomi, dan lainnya.

Baca juga: Tari Balean Dadas, Tarian Minta Kesembuhan dari Kalimantan Tengah

Namun, seiring perkembangannya ternyata kebanyakan tari Lenso ditarikan oleh kaum perempuan tanpa batasan umur dan jumlah penarinya tidak terbatas.

Gerak tari Lenso

Gerak tari Lenso terbagi menjadi beberapa, yaitu:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X