Kompas.com - 07/03/2021, 14:15 WIB
Ahmad Saiful Bahri atau Ipunk makan bersama rekannya di tengah banjir Jakarta. Dok. Ahmad Saiful BahriAhmad Saiful Bahri atau Ipunk makan bersama rekannya di tengah banjir Jakarta.

KOMPAS.com - Saat hujan turun dan kamu berada dalam rumah, yang akan terpikirkan adalah makan dan tidur, atau mungkin perasaan sendu.

Namun tahukah kamu kenapa kamu sering merasa tiba-tiba ingin membuat semangkuk mie saat hujan turun? Padahal kamu sudah makan seperti biasa.

Hujan membuat suhu lingkungan menjadi lebih dingin. Hal ini dikarenakan air aliran air hujan membawa panas dari udara, rumah, serta jalanan dan menurunkan suhunya. Sinar Matahari juga tidak akan terlihat jelas saat hujan, hanya mendung yang gelap.

Menurunnya Kadar Serotonin

Dilansir dari Everyday Health, berkurangnya paparan sinar Matahari menurunkan produksi hormon serotonin. Serotonin adalah hormon kebahagiaan dalam tubuh manusia dengan fungsi pendukungyang sangat esensial pada kerja otak, kondisi psikologis, kemampuan kognitif, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, hingga kesehatan tulang.

Tubuh yang kekurangan serotonin merespon dengan cara memberikan rasa lapar. Hal ini karena serotonin bisa didapatkan dari makanan terutama yang memiliki kadar karbohidrat tinggi. Hal ini menyebabkan kita sering merasa lapar saat hujan.

Baca juga: Apa yang Akan Terjadi Jika Panas Matahari Berkurang?

Meningkatnya Proses Metabolisme

Lalu ada satu lagi alasan mengapa kita sering merasa lapar saat hujan. Air hujan menyerap panas dalam jumlah besar, memindahkan panas secara konveksi dari lingkungan ke dalam molekulnya. Sehingga udara sekitar menjadi dingin dan hipotalamus otak kita mendeteksi perubahan suhu tersebut.

Hipotalamus kemudian memerintahkan tubuh untuk membakar lebih banyak lemak agar suhu tubuh tetaplah hangat. Hal ini dilakukan karena pada suhu dingin tertentu organ-organ tubuh manusia tidak dapat berfungsi dengan baik.

gettyimages.com//STEVE GSCHMEISSNER Sel-sel lemak dalam tubuh yang akan dibakar untuk menghasilkan panas tubuh

Dilansir dari Healthline, inilah mengapa manusia dapat mengalami kegagalan fungsi tubuh dan psikologis juga kehilangan banyak panas tubuh dalam waktu singat atau biasa disebut dengan hipotermia.

Pembakaran lemak tersebut berarti peningkatan metabolisme tubuh sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak makanan.

Rasa lapar saat dingin adalah respon alami tubuh untuk mempertahankan fungsi kerja organ tubuh dan menghindari hipotermia.

Jadi, menggigil kedinginan adalah salah satu aktivitas tubuh yang membuat kita mengonsumsi banyak makanan selain olah raga.

Baca juga: Atmosfer Mars, Mungkinkah Menunjang Kehidupan?

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X