Kompas.com - 05/03/2021, 17:37 WIB
Ilustrasi tari Radap Rahayu diskominfomc.kalselprov.go.idIlustrasi tari Radap Rahayu

KOMPAS.com - Tari Radap Rahayu berkembang di Suku Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tarian menjadi salah satu kebudayaan Melayu yang berkembang di Kalimantan Selatan.

Dalam buku Kesenian Tradisional Banjar (2003) oleh Sjafri Sairin, kata Radap diambil dari beradap-adab yang artinya bersama-sama secara kelompok. Sedangkan Rahayu adalah galuh wan bungas atau putri yang cantik.

Sehingga Radap Rahayu memiliki makna wanita atau galuh yang cantik berkelompok atau bersama-sama.

Radap Rahayu di Banjarmasin dimaknai sebagai kelompok bidadari kahyangan yang turun ke bumi dan akan menolong siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Baca juga: Tari Monong, Tarian Penolakan Penyakit dari Kalimantan Barat

Tari Radap Rahayu awalnya sebagai tari ritual di Banjarmasin, kemudian mengalami perubahan fungsi menjadi tari hiburan.

Tarian ritual dan hiburan

Dalam fungsi ritual, tari Radap Rahayu tumbuh dan berkembang pada upacara Tapung Tawar (batapung tawar). Ritual ini dilakukan untuk tolak bala bagi diri seseorang.

Kemudian masyarakat Banjar menggali tarian tersebut dan berfungsi sebagai acara hiburan dalam perayaan siklus hidup masyarakat Banjar.

Gerak tari Radap Rahayu

Gerak dalam tari Radap Rahayu menggambarkan sebuah cerita dari bidadari yang turun ke bumi dan mengabulkan sebuah permohonan bagi manusia. Gerak tari Radap Rahayu terdiri dari:

  1. Limbai Kisar
  2. Dandang Mangapak
  3. Alang manari
  4. Lontang
  5. Gegoreh Sembadra
  6. Gegoreh Srikandi
  7. Mantang
  8. Sembahan
  9. Tapung tawar (tabur bunga)
  10. Puja Bantan
  11. Angin tutus

 

Musik tari Radap Rahayu

Dilansir dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia, musik pada tari Radap Rahayu berfungsi sebagai pengiring tari yang dinyanyikan urut dengan bahasa Banjar.

Alat musik yang digunakan adalah Panting. Panting merupakan salah satu nama alat musik tradisional Kalimantan Selatan. Dibuat secara turun temurun di Kabupaten Banjar. Dibunyikan dengan cara dipetik menggunakan alat berbentuk pipih.

Baca juga: Tari Reog Ponorogo, Kisah Melamar Putri Kediri hingga Media Dakwah

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X