Kompas.com - 05/03/2021, 14:10 WIB
Ilustrasi tari remo ANTARA FOTO/Didik SuhartonoIlustrasi tari remo

KOMPAS.com - Tari Remo adalah tarian khas Jawa Timur yang ditampilkan sebelum pertunjukan Ludruk.

Dalam buku Evolusi Remo Malang (2001) oleh Robby Hidayat, tari Remo mengalami perjalan yang cukup panjang.

Awalnya pada tahun 1920-an, tarian Remo bersifat religius. Kemudian berkembang sebagai penghibur masyarakat.

Pada perkembangannya, ketika Remo dan Ludruk melebur dengan realitas politik masa pergerakan, tari Remo memantapkan diri menjadi tarian khas sebagai tari dengan tema keprajuritan.

Baca juga: Tari Bambangan Cakil, Mengisahkan Perang Kembang dalam Cerita Wayang

Sejarah tari Remo

Sekitar tahun 1931, Ludruk Sandiwara yang datang dari Jombang membawa Remo untuk ajang pertunjukan ke Surabaya. Lakon yang sangat populer waktu itu adalah Siti Muninggar Pendekar Wanita.

Sejalan dengan politik perjuangan, maka Ludruk Sandiwara dikenal dengan Lurdruk perjuangan. Cak Durasim dengan kidungan Remo mengkritik pemerintah Jepang di Indonesia. Hasilnya, beliau harus keluar masuk penjara tentara Jepang di Surabaya.

Perjuangan Cak Durasim tersebut menjadi sejarah tari Remo memasuki wilayah politik praktis. Melalui kidung bekupon omahe dara, melok Nippon tambah sengsara, tari Remo mulau menegaskan identitasnya.

Tari Remo lahir dari semangat perjuangan rakyat, khsususnya seniman untuk menegakkan dan merebut kembali kemerdekaan. Hal ini terlihat dari tari Remo yang menampakkan diri sebagai sosol prajurit pejuang.

Gerak dasar tari Remo

Tri Broto Wibisono dalam bukunya Ngremo (1981), mengatakan tari Remo bisa disajikan secara tunggal, berpasangan, atau berkelompok.

Baca juga: Tari Merak, Terinspirasi dari Keindahan Burung Merak

Pola gerak dasar dari tari Remo adalahs sikap tancep. Sikap tancep adalah badan tegak dengan kedua tungkai membuka, pandangan tajam lurus ke depan dan sesekali ke arah kiri dan kanan. Berikut penjelasan lengkap gerak dasar tari Remo:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X