Kompas.com - 04/03/2021, 15:26 WIB
ilustrasi tari Bambangan Cakil www.britishcouncil.idilustrasi tari Bambangan Cakil

KOMPAS.com - Tari Bambangan Cakil berasal dari Jawa Tengah dan diadaptasi dari adegan wayang kulit, yaitu Perang Kembang.

Dalam jurnal Perang Kembang Relasi Sosial Rich (2010) oleh Wisma Nugaraha Christianto, tari Bambangan Cakil mengisahkan pertengkaran, perkelahian, antarara Arjuna melawan raksasa.

Arjuna yang dianggap sebagai ksatria memiliki sifat yang baik, sehingga gerakan tarinya sangat lembut, lemah gemulai, namun tegas.

Sedangkan raksasa atau Cakil memiliki sifat jahat, sehingga gerakan yang dimainkan terlihat kasar dan beringas meskipun dibawakan dengan sangat luwes.

Bentuk tarian Bambangan Cakil sering disebut juga sebagai Wireng, karena dipentaskan tanpa menggunakan percakapan.

Baca juga: Tari Merak, Terinspirasi dari Keindahan Burung Merak

Gerak tari Bambangan Cakil

Dalam buku Mengenal Seni Tari Indonesia (2019) oleh Muryanto, tari Bambangan Cakil diperagakan oleh dua orang. Satu orang sebagai Bambangan dan yang lain sebagai Cakil.

Untuk penari ksatria, harus penari yang memiliki wajah rupawan karena biasaya membawakan karakter Arjuna. Selain itu juga memiliki gerak tari yang lembut dan luwes.

Penari raksasa atau Cakil, biasanya dipilih yang memiliki perawakan lincah, kasar, dan terlihat beringas. Karena penari Cakil harus memberikan gerak tari yang atraktif.

Iringan lagu

Tari Bambangan Cakil diiringi oleh iringan gending srempengan dan Ladrang Cluntang Sampak Laras Slendro. Suara kendang dalam iringan tarian ini memiliki peran yang penting.

Baca juga: Tari Rangguk, Mencerminkan Sifat Kebersamaan Masyarakat Jambi

Penari dan suara kendang harus bisa selaras, sehingga setiap gerakan tari Bambangan Cakil bisa tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Busana tari Bambangan Cakil

Busana yang digunakan dalam pertunjukan tari Bambangan Cakil umumnya busana wayang orang dan selaras dengan riasan wajah.

Jika Bambangan dirias sebagai ksatria yang rupawan, sedangkan raksasa dilukiskan memiliki riasan yang seram dan gahar.

Beberapa busana dan properti yang digunakan dalam tarian Bambangan Cakil, di antaranya:

  1. Kathok, celana kain selutut
  2. Jarik, kain batik Jawa selutut
  3. Stagen, dililitkan pada pinggang untuk mengencangkan kain.
  4. Sampur, selendang sempit dan panjang yang umumnya berwarna kuning dan merah.
  5. Sumping, aksesori telingan dan berbentuk seperti sayap burung
  6. Gumbala, kumis palsu
  7. Gimbalan, rambut tebal dan panjang ciri khas seorang raksasa atau tokoh wayang yang berbadan besar
  8. Kuku Pancaka, kuku panjang dan runcing seperti pisau
  9. Praba, lengkungan segiti yang biasa digunakan Raden Gatotkaca
  10. Endhong, senjata panah
  11. Kalung ulur, kalung dari manik-manik
  12. Kelat bahu, aksesori berupa gelang di lengan
  13. Simbar dada, aksesori berupa bulu dada untuk menampilkan kesan gagah

Baca juga: Tari Yapong, Tarian Tradisional DKI Jakarta

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X