Kompas.com - 04/03/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi tari Merak ANTARA FOTOIlustrasi tari Merak

KOMPAS.com - Tari Merak berasal dari Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, tari Merak mulai dikenal secara luas.

Dalam buku R Tjetje Somantri: Tokoh Pembaharu Tari Sunda (2000) oleh Ending Caturwati, tari Merak pertama kali diciptakan oleh R. Tjetje Somantri pada 1955 dan ditampilkan dalam acara Konferensi Asia Afrika.

Kemudian Irawati Durban Ardjo menyempurnakan tarian Merak pada 1965 dan digunakan hingga sekarang. Hal ini karena tugas Presiden Sukarno untuk mempersiapkan New York Worlds Fair pada 1965.

Irawati kemudian mengamati grak gerik burung merak. Gerakan ini bercerita tentang pesona burung merak jantan yang bersolek menarik perhatian hati sang merak betina.

Baca juga: Tari Andun, Tarian Pesta Perkawinan di Bengkulu

Tarian Merak Irawati ini memiliki nuansa klasik Sunda baru dengan adanya unsur lain yang digunakan. Panduan proses pembuatan tari Merak Irawati tidak lepas dari karya Tjetje yang sudah lebih dahulu menciptakan gerakan tersebut.

Kostum tari Merak

Pengembangan tari Merak juga memiliki perbedaan dalam penggunaan kostum. Jika tari Merak oleh Tjetje menggunakan sayap merak sebagai properti kostum, sedangan Irawati menggunakan ekor merak sebagai propertinya.

Bagian-bagian kostum tari Merak, sebagai berikut:

  1. Bagian kepala, terdiri dari siger, sanggul, tutup sanggul, bunga sanggul, susumping, dan suweng (anting)
  2. Bagian tengah, terdapat kilat bahu dan gelang tangan
  3. Bagian badan, adalah apok, beubeur, soder, sinjang, kace, dan buntut merak.

Baca juga: Tari Tarek Pukat, Terinspirasi dari Nelayan di Aceh

Gerak tari Merak

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, gerak tari Merak yaitu:

  1. Galier, gerakan memutar kepala yang diadaptasi dari gerakan burung Merpati menoleh.
  2. Gilek, gerakan menggoyangkan kepala dan leher ke kanan dan ke kiri membentuk angka delapan. GIlek gambaran perilaku burung saat menggelengkan kepala.
  3. Ukel atau mucuk, gerakan memutar tangan
  4. Selut, gerakan tangan kanan dan kiri ke depan atau atas secara bergantian.
  5. Ngoreh, gerakan kaki yang menggaruk-garuk tanah seperti seekor burung yang sedang mencari makan.
  6. Trisik, gerakan peralihan antara dua gerak pokok dalam susunan tari yang mengandung unsur berkeliling sambil berjinjit.

Tari Merak bisa dipentaskan secara individu maupun kelompok. Bisa ditarikan secara bersama-sama atau bergantian di dalam kelompok.

Baca juga: Tari Kecak, Tari Tradisional Bali dengan 50 Penari Pengiring

Di dalam tari Merak terkandung berbagai nilai-nilai mulai dari religi dan kehalusan budi. Secara keseluruhan, gerakan tari Merak bermakna sebagai salah satu perwujudan atas rasa kagum terhadap keindahan burung merak.

Nilai religi tari Merak menggambarkan rasa syukur atas keindahan alam termasuk makhluk hidup ciptaan Tuhan. Nilai kehalusan budi digambarkan dalam gerakan yang terstruktur secara baik, rapi, dan indah oleh penari.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X