Kompas.com - 04/03/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi tari Yapong http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/Ilustrasi tari Yapong

KOMPAS.com - Dilihat dari namanya, tari Yapong sekilas mirip dengan tari Jaipong yang ada di Jawa Barat.

Namun, tari Yapong bukanlah tari pergaulan seperti Jaipong. Dilansir dari situs resmi DKI Jakarta, tari Yapong berawal dari persiapan acara peringatan HUT Kota Jakarta ke-450 tahun 1977.

Tari Yapong termasuk salah satu tarian Betawi yang menceritakan perjuangan Pangeran Jayakarta.

Tarian ciptaan seniman Bagong Kussudiarjo ini, selain menceritakan perjuangan pahlawan juga sebagai presentasi kehidupan masyarakat Betawi.

Baca juga: Tari Andun, Tarian Pesta Perkawinan di Bengkulu

Tari Yapong pertama kali berhasil dipentaskan di Balai Sidang Senayang pada 20 dan 21 Juni 1977 dengan 300 orang penari dan musikus.

Dalam buku Mengenal Seni Tari Indonesia (2019) oleh Muryanto, tari Yapong adalah tari gembira yang dilakukan dengan gerak dinamis serta erotis.

Gerakan gembira dalam tari Yapong menunjukkan kegembiraan atas kemenangan Pangeran Jayakarta. Istilah Yapong lahir dari bunyi "ya ya ya ya ya ya" yang dinyanyinya pengiring serta musik yang terdengar seperti suara "pong pong pong".

Dari hal tersebut berkembanglah bahwa tarian kegembiraan tersebut bernama tari Yapong. Seiring perkembangannya, tari Yapong yang tadinya berbentuk sendratari menjadi tari lepas.

Motif pakaian penarinya mirip seperti tari Kembang Topeng Betawi. Hal ini dapat terlihat dari penutup kepala serta selempang dada yang disebut toka-toka.

Tari Yapong yang lahir menjadi tari tradisional Betawi ternyata mendapat pengaruh oleh unsur kesenian Tionghoa. Misalnya dalam kain penari terdapat motif naga dengan warna merah menyala.

Baca juga: Tari Tarek Pukat, Terinspirasi dari Nelayan di Aceh

Selain itu, musik pengiringnya juga tidak hanya dari Betawi tetapi campuran antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Setelah menjadi tari lepas, untuk iringan musik tari Yapong juga menggunakan instrumen Rebana Biang, Rebana Hadroh, dan Rebana Ketimpring.

Gerak tari Yapong

Beberapa gerakan tari Yapong di antaranya adalah:

  1. Gerak megol lembehan, adalah posisi jalan di tempat denga tangan kiri diletakkan di dada.
  2. Enjer loncat, yaitu gerakan salah satu tangan dibengkokkan sedangan tangan lainnya lurus. Kemudian penari melompat ke arah kanan atau kiri.
  3. Singgetan ngigel, merupakan posisi tangan berada di depan mata lalu melakukan ngigel (berputar).
  4. Gerak yapong, adalah gerakan tangan diletakkan di atas kepala, telapak tangan dibuka lalu bergerak seperti menyapu angin ke kiri dan kanan.

Baca juga: Tari Kecak, Tari Tradisional Bali dengan 50 Penari Pengiring

Kostum tari Yapong

Keindahan gerak tari tidak bisa lepas dari kostumnya. Kostum yang digunakan tari Yapong, di antaranya:

  1. Kain batik khas Betawi, dililitkan dari bagian pinggang hingga menutupi bagian bawah lutut.
  2. Hiasan kepala, berbentuk setengah lingkarang dengan bunga mawar (mahkota bunga).
  3. Toka-Toka, dua buah selendang kain yang dipasang secara silang di bagian dada penari.
  4. Sabuk, berfungsi sebagai pengikat toka-toka dan memperindah penampilan yang dihiasi dengan bordiran emas.

Properti tersebut biasanya digunakan pada waktu pementasan tari. Sekain itu, tari juga diiringi dengan musik baik secara langsung maupun menggunakan rekaman.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X