Kompas.com - 03/03/2021, 13:48 WIB
Penari dari Sanggar Cit Ka Geunta menampilkan gerakan lani atau lagu pada tarian tradisional Seudati di Festival Budaya Daerah di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, Aceh, Selasa (17/4/2018). Antarafoto.com (Irwansyah Putra/Inasgoc/Asian Games 2018)Penari dari Sanggar Cit Ka Geunta menampilkan gerakan lani atau lagu pada tarian tradisional Seudati di Festival Budaya Daerah di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, Aceh, Selasa (17/4/2018).

KOMPAS.com - Budaya menjadi ciri serta identitas suatu daerah, salah satunya Tari Seudati yang berasal dari Provinsi Aceh Darussalam.

Berdasarkan jurnal Karakteristik Tari Seudati Pada Masyarakat Kabupaten Pidie (2013) oleh Arki Winarti, tari Seudati merupakan salah satu tarian yang masih berkembang hingga saat ini di Aceh.

Tari ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Fungsi awal tari Seudati awalnya sebagai tarian pengikat tali persaudaraan antarwarga dengan berbalas pantun.

Saat ini sesuai perekmbangannya, tari Seudati menjadi tari pertunjukan dan menjadi ikon bagi provinsi Aceh. Tari Seudati berasal dari Desa Gigieng, Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie.

Baca juga: Ragam Gerak Tari Tunggal

Nama Seudati berasal dari kata Syahadat yang berarti saksi atau pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Awalnya tarian ini dilakukan dalam posisi duduk diiringi pantun-pantun yang di lakukan secara bergantian. Diselenggarakan di musholah-musholah.

Dengan berkembangnya zaman tari Seudati mengalami perubahan yang dahulunya tarian Seudati dilakukan secara duduk sekarang dilakukan secara berdiri.

Ciri khas

Dalam buku Diskripsi Tari Seudati (1991) oleh Asli Kesuma, ciri khas tarian Seudati adalah heroik, gembira, dan kebersamaan.

Ketika menarikan, bagian tubuh bergerak. Gerakan-gerakan pokok pada tari Seudati yaitu:

  • meloncat
  • melangkah
  • pukul dada (dhiet)
  • petik jari (ketrep jaroe)
  • menghentakkan kaki ke lantai (geddham kaki)

Baca juga: Tari Gantar, Tarian Kegembiraan Menanam Padi

Gerakan tersebut merupakan gerak dasar dalam gerak tari Seudati. Cara melakukan gerakan terbagi atas dua, yaitu:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X