Kompas.com - 01/03/2021, 23:24 WIB
Cungkup Utama Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak dibangun oleh Raja Demak I Raden Patah atas saran Wali Songo yang dimulai pada 1477 M. KemdikbudCungkup Utama Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak dibangun oleh Raja Demak I Raden Patah atas saran Wali Songo yang dimulai pada 1477 M.

KOMPAS.com - Masjid kuno merupakan salah satu bentuk peninggalan Kerajaan Islam yang pernah berjaya di Indonesia. Salah satu contohnya ialah Masjid Agung Demak yang merupakan peninggalan Kerajaan Demak.

Masjid kuno di Indonesia muncul pada abad ke-16 dan terus mengalami perkembangan hingga abad ke-18. Hingga saat ini, masjid kuno masih digunakan sebagai sarana peribadatan umat Islam di Indonesia.

Menurut Isman Pratama Nasution dalam jurnal yang berjudul Nama-Nama Masjid Kuno di Nusantara dan Aspek yang Melatarbelakangi: Tinjauan Toponimi dan Arkeologis, kehadiran masjid kuno tidak bisa terlepas dari proses penyebaran agama Islam di Indonesia.

Pada umumnya, bangunan masjid kuno di Indonesia bisa ditemui dengan mudah di daerah bekas ibu kota Kerajaan Islam, seperti Banda Aceh, Banten, Cirebon, Demak, Banjarmasin, dan daerah lainnya. 

Baca juga: Masjid Agung Demak dan Pengaruh Tionghoa...

Salah satu ciri khas masjid kuno ialah corak bangunan atau gaya arsitekturnya yang khas. Mayoritas bangunannya mengandung unsur budaya yang berkembang di masyarakat saat itu.

Tahukah kamu apa saja ciri khas dari masjid kuno di Indonesia?

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), masjid kuno di Indonesia memiliki empat ciri khas, yaitu:

  1. Bangunan masjid kuno memiliki bentuk bujur sangkar dan pejal atau masif
  2. Atap bangunannya berbentuk tumpang atau susunan, semakin ke atas atapnya semakin kecil. Biasanya jumlah atap tumpang ini selalu ganjil, yakni tiga atau lima. Contohnya Masjid Agung Demak dengan atap bertumpang tiga. Contoh lainnya Masjid Agung Jepara pada 1660 Masehi, yang memiliki lima atap tumpang (karena renovasi tanpa memperhatikan bentuk aslinya, kini jumlah atap tumpangnya hanya tersisa dua).
  3. Pada bagian depan atau samping, bangunan masjid kuno memiliki serambi.
  4. Biasanya halaman masjid kuno dikelilingi tembok dan diberi satu atau lebih pintu gerbang untuk akses keluar masuk.

Selain keempat ciri khas di atas, masjid kuno biasanya juga memiliki kolam yang terletak di bagian depan atau sekitar bangunan masjid.

Masjid kuno di Indonesia juga tidak memiliki menara untuk tempat mengumandangkan adzan. Karena lebih sering menggunakan beduk atau kentongan sebagai penanda datangnya waktu salat. Contohnya Masjid Kudus.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X