Kompas.com - 26/02/2021, 14:23 WIB
Sultan Agung Hanyokrokusumo wikimedia.org/Artculture Indonesia/Basoeki BawonoSultan Agung Hanyokrokusumo

Sultan Agung juga dikenal sebagai raja kuat, bijaksana, cakap, dan cerdik dalam menjalankan pemerintahan hingga kehidupan perekonomian Mataram berkembang pesat dari hasil bumi yang melipah.

Wilayah kekuasaan Mataram juga terus meluas seiring pemerintahannya. Sehingga Sultan Agung dikenal sebagai raja Mataram yang cakap melakukan ekspansi wilayah.

Perjuangan Sultan Agung melawan VOC

Sultan Agung menyadari bahwa adanya Belanda di Batavia dapat membahayakan kesatuan negara yang meliputi Pulau Jawa.

Baca juga: Sultan Agung Melawan Jan Pieterszoon Coen

Untuk melawan VOC, Mataram giat melatih satuan-satuan angkatan perangnya. Berikut taktik Sultan Agung untuk merebut Batavia:

  1. Menjepit Batavia dari darat dan dari laut, serangan dilancarkan dalam waktu yang tepat dan bersamaan.
  2. Angkatan laut Mataram menyamar sebagai pedagang bahan makanan dan membawa beras, ternak, dan bahan lainnya untuk dijual ke VOC.
  3. Serangan mendadak oleh angkatan laut Mataram terhadap benteng pertahanan di tepi laut. Sedangkan serangan dalam kota dilakukan oleh angkatan darat disebelah selatan.
  4. Dengan siasat tersebut, Belanda tidak bisa bergerak bila VOC lari ke arah timur dan akan terbenam ke dalam rawa-rawa. Jika lari ke arah barat akan jatuh ke pangeran Jayakarta dan Banten.

Dalam segi perdagangan, Sultan Agung juga melakukan siasat untuk melarang penjualan beras ke Batavia mulai 1626. Sehingga perdagngan beras VOC akan macet dan todak tergantung lagi pada beras dari Mataram.

Sultan Agung melakukan penyerangan dua kali kepada VOC, yaitu tahun 1628 dan 1629. Selama masa penyerangannya, Sultan Agung dan pasukannya berhassil merebut Benteng Hollandia dari VOC.

Namun, karena perbekalan yang semakin menipis dan adanya bahaya kelaparan, pasukan Sultan Agung tidak berhasil mempertahankan benteng tersebut.

Baca juga: Sultan Hamid II: Pahlawan atau Pengkhianat?

Meski tidak membawa keberhasilan untuk merebut Batavia secara keseluruhan, tekad dan semangat untuk mengusir VOC menjadi buktu Sultan Agung.

Bahkan sampai akhir hayatnya, Sultan Agung tetap tidak mau berdamai dengan VOC meskipun diberikan tawaran yang cukup menjanjikan.

Sultan Agung wafat di Mataram (persisnya di Bantul) pada 1645 dan dimakamkan di astana Kasultanan Agung. Atas jasa-jasanya sebagai pejuang dan budayawan, Sultan Agung ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X