Kompas.com - 25/02/2021, 13:13 WIB

KOMPAS.com - Pada 1527, Panglima Kerajaan Demak, Fatahillah bersama dua ribu pasukannya berhasil menyerbu dan menguasai Banten yang saat itu menjadi bagian dari wilayah Pajajaran.

Kerajaan Demak merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa. Kerajaan ini berdiri pada 1478 setelah jatuhnya Kerajaan Majapahit.

Saat Raden Patah memimpin, Kerajaan Demak berperang dengan Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Girindrawardhana dan Prabu Udara. Kerajaan Demak berhasil memenangkan peperangan tersebut dan menjadi kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa pada 1518.

Sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa, Kerajaan Demak berhasil menguasai jalur perdagangan di Indonesia. Kerajaan ini juga memiliki daerah kekuasaan yang luas, yakni di sepanjang pantai utara Pulau Jawa hingga ke Palembang, Jambi, Banjar serta Maluku.

Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), rasa kebencian terhadap Portugis sudah tertanam dalam diri beberapa raja Kerajaan Demak.

Pati Unus, salah satunya. Ia pernah menyerbu Portugis saat di berada di Malaka. Berkat keberaniannya, ia dijuluki sebagai Pangeran Sabrang Lor.

Setelah Pati Unus menjadi raja, ia tidak lagi menyerang Portugis di Malaka. Namun, memperkuat pertahanan lautnya agar Portugis tidak bisa masuk ke Pulau Jawa.

Tujuan Demak menguasai Banten

Saat Pati Unus wafat, kepemimpinan Kerajaan Demak diteruskan oleh adiknya, yakni Sultan Trenggana. Sama seperti kakaknya, Sultan Trenggana juga menaruh rasa benci terhadap Portugis.

Ia melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya Portugis ke Jawa Barat. Salah satu upayanya ialah dengan menguasai wilayah Jawa Barat, termasuk Banten.

Dilansir dari Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta, saat itu Banten merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Rajanya, yakni Samiam menjalin hubungan dengan Portugis. Tujuannya untuk membendung luasnya wilayah kekuasaan Kerajaan Demak, khususnya di Jawa Barat.

Baca juga: Biografi Raden Patah, Raja Pertama Kerajaan Demak

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Definisi Sekolah Penggerak dan Bentuk Intervensinya

Definisi Sekolah Penggerak dan Bentuk Intervensinya

Skola
Pengertian Information Privacy dan Perlindungan Data Pribadi

Pengertian Information Privacy dan Perlindungan Data Pribadi

Skola
Jenis-jenis InflasiĀ 

Jenis-jenis InflasiĀ 

Skola
Mengenal Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Mengenal Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Skola
Bentuk-Bentuk Operasi Hitung Pecahan

Bentuk-Bentuk Operasi Hitung Pecahan

Skola
Internet of Things (IoT) : Manfaat dan Penerapannya

Internet of Things (IoT) : Manfaat dan Penerapannya

Skola
Inflasi: Konsep, Penyebab, dan Dampaknya

Inflasi: Konsep, Penyebab, dan Dampaknya

Skola
Cara Menggunakan Microsoft Point

Cara Menggunakan Microsoft Point

Skola
Apa yang Terjadi jika Bulan Tidak Ada?

Apa yang Terjadi jika Bulan Tidak Ada?

Skola
Hukum Pergeseran Wien

Hukum Pergeseran Wien

Skola
Komponen dan Faktor Penyebab Kecemasan (Anxiety)

Komponen dan Faktor Penyebab Kecemasan (Anxiety)

Skola
Penggolongan Hukum Berdasarkan Bentuknya

Penggolongan Hukum Berdasarkan Bentuknya

Skola
Mengapa Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Skola
Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Skola
Perbedaan Bank Umum dan BPR

Perbedaan Bank Umum dan BPR

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.