Kompas.com - 24/02/2021, 17:46 WIB
Kompleks Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, difoto dari udara, Senin (30/6/2014). Masjid Agung Demak dipercaya sebagai masjid tertua di Pulau Jawa, berdiri mulai 1477, dibangun oleh Raden Fatah bersama Wali Sembilan atau Wali Songo. KRISTIANTO PURNOMO-FIKRIA HIDAYATKompleks Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, difoto dari udara, Senin (30/6/2014). Masjid Agung Demak dipercaya sebagai masjid tertua di Pulau Jawa, berdiri mulai 1477, dibangun oleh Raden Fatah bersama Wali Sembilan atau Wali Songo.

KOMPAS.com - Masuknya Islam ke indonesia perlahan menggeser kebudayaan Hindu-Buddha yang sebelumnya berpengaruh besar di Nusantara.

Masuknya Islam juga memengaruhi kemunduran kerajaan-kerajaan Hindu, salah satunya Kerajaan Majapahit. Hal tersebut kemudian memunculkan Kerajaan Demak yang sebelumnya merupakan daerah kekuasaan Majapahit.

Dalam buku A History of Modern Indonesia since 1200 (2001) oleh MC Ricklefs, Kerajaan Demak beridri pada abad ke-15 oleh Raen Patah.

Secara geografis, Kerajaan Demak terletak di daerah Jawa Tengah. Letak Demak cukup menguntungkan, dari sektor perdagangan maupun pertanian.

Baca juga: Biografi Raden Patah, Raja Pertama Kerajaan Demak

Dahulu Demak terletak di tepi selat antara Pegunungan Muria dengan Jawa. Sehingga wilayah tersebut sering menjadi jalan pintas kapal dagang dari Semarang ke Rembang.

Sebelum menjadi kesultanan, Demak merupakan kadipaten di bawah kekuasaan Majapahit, Demak dikenal dengan Bintara atau Glagahwangi.

Berkat dukungan para Wali Songo dan daerah-daerah lainnya, Raden Patah memutuskan untuk berpisah dari Majapahit dan berdiri secara mandiri.

Kehidupan Kerajaan Demak

Berdasarkan buku Runtuhnya Kerajaan Hindu- Jawa dan Timbulnya NegaraNegara Islam di Nusantara (2007) oleh Slamet Muljana, kondisi kehidupan Kerajaan Demak di berbagai bidang, yaitu:

  • Bidang politik

Kerajaan Demak mendapat dukungan penuh dari para Wali Songo, yang memiliki pengaruh sangat kuat dalam masyarakat. Dalam waktu singkat Demak berhasil menjadi kerajaan Besar.

Baca juga: Sejarah Grebeg Besar di Demak

Faktor-faktor perkembangan Demak menjadi kerajaan besar, yaitu:

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X