Kompas.com - 24/02/2021, 10:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan teman masa kecilnya saat menggelar open house Idul Fitri 1440 Hijriyah di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (7/6/2019). Dok. Humas Pemprov Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan teman masa kecilnya saat menggelar open house Idul Fitri 1440 Hijriyah di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (7/6/2019).

KOMPAS.com - Tenggang rasa adalah sikap kita dalam menyikapi perbedaan sehingga tidak menyakiti ataupun menyinggung orang lain.

Dengan tenggang rasa kita dapat berlaku baik pada orang lain walaupun orang tersebut banyak memiliki perbedaan dengan kita.

Dilansir dari Psychology Today, ini adalah aturan emas dalam bermasyarakat di mana jika kita ingin diperlakukan baik oleh orang lain maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan baik. Tenggang rasa membuat kita lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan kita.

Untuk lebih memahami tentang tenggang rasa, yuk simak contoh-contoh perilaku tenggang rasa dalam kehidupan bermasyarakat di bawah ini!

  • Menghormati hak asasi setiap manusia tanpa terkecuali.
  • Mengendalikan kata-kata saat sedang marah sehingga tidak keluar kalimat yang dapat menyakiti orang lain.
  • Tidak merendahkan dan menghina orang lain karena status sosial maupun karna kegagalannya.
  • Memberikan dukungan berupa kata-kata penyemangat maupun penghibur kepada teman yang sedang bersedih.
  • Membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah.
  • Tidak mengucapkan kata-kata kasar maupun tidak sopan kepada orang tua.
  • Membantu sesama manusia yang sedang kesusahan ataupun mengalami musibah.
  • Tidak menganggap remeh orang lain hanya karena merasa diri kita lebih pintar, lebih kaya, lebih cantik, atau lebih mapan.
  • Tidak membeda-bedakan manusia karena ras, agama, kebangsaan, maupun disabilitas.
  • Tidak menghina orang lain karena keadaan fisiknya yang berbeda dengan kita.
  • Menghormati pendapat orang lain siapapun yang mengemukakannya dan walaupun pendapat tersebut bertentangan dengan prinsip hidupmu.
  • Menanggapi pendapat orang lain yang tidak sesuai prinsipmu dengan kata-kata yang sopan dan tidak menyinggung.
  • Menyisihkan uang jajan untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan.
  • Ikut membantu dalam kegiatan sosial bagi korban bencana alam seperti menyumbang barang, uang, mengajak teman untuk turut membantu, ataupun menjadi sukarelawan.
  • Memberikan pujian pada pencapaian orang lain dengan tulus namun tidak berlebihan.
  • Membiasakan berkata maaf saat melakukan kesalahan baik ucapan maupun perilaku.
  • Membiasakan berkata terimakasih saat dibantu ataupun diberikan sesuatu oleh orang lain.
  • Membiasakan berkata tolong saat meminta bantuan dan menghindari kata-kata suruhan yang tidak sopan.
  • Tidak menghina, mengucilkan, dan menganggu teman yang berbeda agama dengan kita.
  • Selalu menerapkan sopan santun kepada siapapun terutama orang yang lebih tua.
  • Selalu menjawab salam atau sapaan dari orang lain, bahkan lebih baik jika kita menyapa terlebih dulu.
  • Menghormati pekerjaan orang lain misalnya tidak menginjak lantai yang baru di pel, tidak sembarangan membuang sampah karena ada tukang sampah yang memungut, dan mengucapkan terimakasih pada pramusaji yang mengantarkan pesananmu di rumah makan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X