Kompas.com - 22/02/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil alamnya. Sehingga disebutkan dalam suatu lagu bahwa tongkat kayu pun jadi tanaman.

Di sini tongkat tersebut adalah tanaman singkong. Hasil kekayaan alam Indonesia diperdagangkan hingga ke seluruh dunia guna memenuhi kebutuhan manusia.

Pada materi kali ini kita akan membahan komoditas unggulan Inonesia apa saja yang memberikan kontribusi bagi pasar dunia.

Sebelumnya, apakah yang dimaksud dengan komoditas? Dilansir dari Investopedia, komoditas adalah bahan mentah untuk produksi yang diperjualbelikan dan dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Sehingga komoditas unggulan adalah barang dagang paling besar yang diperjualbelikan. Dilansir dari Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, komoditas unggulan Indonesia adalah udang, kopi, minyak kelapa sawit, kakao, karet, TPT, alas kaki, elektronika, otomotif, dan furniture.

  • Udang

Indonesia merupakan negara maritime dengan laut yang luas. Sehingga tidak aneh jika hasil laut seperti udang merupakan komoditas unggulan yang diekspor hampir ke seluruh Asia, Australia, Amerika, dan Eropa. Dilansir dari Statista, pada tahun 2019 saja Indonesia mengekspor 207,7 ribu metrik ton udang.

Baca juga: Ekspor: Pengertian dan Manfaatnya

  • Kopi

Inonesia dengan iklim tropis yang sangat cocok untuk budidaya kopi, menjadikannya salah satu dari lima negara terbesar penghasil kopi di dunia. Kopi yang diekspor ke seluruh dunia berupa kopi robusta, arabika, dan kopi luwak.

  • Minyak Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit merupakan komoditas unggulan penghasil devisa terbesar Indonesia dengan tujuan ekspor ke China, Singapur, India, Jerman, Spanyol, Amerika, Jerman dan beberapa negara lainnya. Dilansir dari Statista, pada tahun 2018 Indonesia mengekspor 29,3 juta ton minyak kelapa sawit, menjadikannya produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

  • Kakao

Kakao merupakan komoditas unggulan penghasil devisa ketiga terbesar di Indonesia. Kakao adalah buah dari pohon kakao yang merupakan bahan baku pembuatan coklat. Indonesia mengekspor kakao ke banyak negara seperti Amerika, Kanada, Jerman, Swiss, Rusia, Singapura, Jepang, dan China.

 

Ilustrasi: Industri perakitan otomotif nasional.
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi: Industri perakitan otomotif nasional.

  • Karet

Indonesia memiliki perkebunan karet yang luas dan menghasilkan karet alami dalam jumlah besar. Hal ini membuat karet alam menjadi komoditas unggulan penghasil devisa kedua terbesar setelah minyak kelapa sawit.

  • TPT

TPT adalah industri tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Tujuan utama ekspor TPT dari Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Turki, Jerman, dan China.

  • Alas Kaki

Dilansir dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Indonesia merupakan produsen alas kaki keempat terbesar di dunia dengan 1.271 juta pasang alas kaki di tahun 2019.

Alas kaki buatan Indonesia ini dikirim ke banyak negara contohnya Amerika Serikat, Australia, Hong Kong, Jerman, Inggris, dan Prancis. Jadi jangan heran ya jika kamu berjalan-jalan ke luar negeri dan menemukan banyak sepatu berlabel “made in Indonesia” di pusat perbelanjaannya.

Baca juga: Impor: Pengertian dan Manfaatnya

  • Elektronika

Indonesia juga memiliki komoditas unggulan berupa peralatan elektronika yang dikirim ke banyak negara seperti Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Singapur, Australia, dan Belgia.

  • Otomotif

Indonesia memiliki berbagai pabrik otomotif seperti Nissan, Suzuki, Mercedes Benz, Toyota, Daihatsu, Honda, Isuzu, dan BMW. Sehingga membuat Indonesia menjadi penghasil otomotif terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Thailand.

  • Furnitur

Indonesia memiliki alam dengan hutan yang sangat luas. Tidak heran jika hasil kayunya menjadikan Indonesia memiliki komoditas furnitur kayu yang sangat besar.

Furnitur ini dieskpor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Korea Selatan, China, Belgia, Spanyol, Inggris, dan Jerman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.