Kompas.com - 15/02/2021, 15:00 WIB
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Tari Lenggo adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tari Lenggo merupakan tari peninggalan Kerajaan Bima yang sempat berkuasa di NTB pada masa lalu.

Dikutip dari buku Tari-Tarian Indonesia Volume 1 (1977) karya Sudarsono, tari Lenggo adalah tarian yang sering ditarikan di lingkungan Kerajaan Bima atau kantor pemerintahan saat kedatangan tamu resmi.

Tari klasik ditarikan oleh empat orang perempuan dan empat orang laki-laki. Di mana mereka mengenakan pakaian adat tradisional Kota Bima (baju bodo).

Ketika menari diiringi dengan musik dari serunai (seruling), gong dan katonggak (gendang dari kulit).

Baca juga: Tari Serimpi, Tarian Klasik Yogyakarta

Sejarah tari Lenggo

Tari Lenggo diciptakan pada masa Kerajaan Bima dipimpin oleh Sultan Abdul Khair Sirajuddin. Beliau merupakan raja kedua Kerajaan Bima yang memerintah pada 1640-1682.

Pada masa Sultan Abdul Khair Sirajuddin, seni dan budaya tradisional berkembang. Salah satu dari kesenian tersebut adalah tari Lenggo atau tari Mpa'a Lenggo yang bertahan hingga saat ini.

Pada tari Mpa'a Lenggo ada dua jenis, yaitu mpa'a lenggo mone atau lenggo malaju dan mpa'a lenggo siwe atau lenggo mbojo.

Dalam setiap pertunjukkan, mpa'a lenggo mone akan dipergelarkan bersaaa lenggo siwe pada upacara u'a pua atau disebut lenggo u'a.

Jadi lenggo u’a pua merupakan gabungan lenggo mone dengan lenggo siwe yang digelarkan pada upacara u’a pua.

Baca juga: Tari Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral Keraton Kasunanan Surakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian dan Ciri-ciri Profesi

Pengertian dan Ciri-ciri Profesi

Skola
Perbedaan Puisi Rakyat dengan Puisi Modern

Perbedaan Puisi Rakyat dengan Puisi Modern

Skola
Faktor Edafik: Pengertian dan Contohnya

Faktor Edafik: Pengertian dan Contohnya

Skola
Sumber Daya Alam yang Bermanfaat untuk Industri Penerbangan

Sumber Daya Alam yang Bermanfaat untuk Industri Penerbangan

Skola
Penyebab Banjir akibat Perilaku Masyarakat

Penyebab Banjir akibat Perilaku Masyarakat

Skola
Penyebab Terjadinya Disparitas Antarnegara di Asia Tenggara

Penyebab Terjadinya Disparitas Antarnegara di Asia Tenggara

Skola
Mengapa Panas Bumi Termasuk Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan?

Mengapa Panas Bumi Termasuk Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan?

Skola
Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Skola
Konjungsi Urutan: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Konjungsi Urutan: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Skola
Sistem Ekonomi Etatisme: Pengertian dan Ciri-cirinya

Sistem Ekonomi Etatisme: Pengertian dan Ciri-cirinya

Skola
Macam-macam Devisa

Macam-macam Devisa

Skola
Pengertian Negosiasi, Aspek Kemampuan, dan Tahapannya

Pengertian Negosiasi, Aspek Kemampuan, dan Tahapannya

Skola
Mengenal Debat Parlemen

Mengenal Debat Parlemen

Skola
Mengenal Kurikulum Merdeka dan Peran Gurunya

Mengenal Kurikulum Merdeka dan Peran Gurunya

Skola
Gangguan Alat Indera Manusia

Gangguan Alat Indera Manusia

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.