Kompas.com - 05/02/2021, 16:58 WIB
Sisingamangaraja XII tribunnewswiki.comSisingamangaraja XII

KOMPAS.com - Perjuangan perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah dilakukan di seluruh nusantara, salah satunya di Sumatera Utara. Pahlawan nasional dari Sumatera Utara adalah Sisingamangaraja XII.

Sisingamangaraja XII merupakan raja ke-12 dari dinasti Sisingamangaraja yang pusat pemerintahannya di Bakkara.

Dalam buku Mengenal Pahlawan Indonesia (2008) oleh Arya Ajisaka, Sisingamangaraja XII lahir di Bakkara, Tapanuli pada 1849.

Memiliki nama asli Patuan Besar Ompu Pulo Batu. Nama Sisingamangaraja XII baru digunakan pada 1867, setelah diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya yang wafat akibat sakit.

Baca juga: Biografi Soekarno, Pahlawan Proklamator

Perlawanan kepada Belanda

Pada Februari 1878, Sisingamangaraja XII mulai melawan Belanda untuk mempertahankan daerah kekuasaannya di Tapanuli.

Penyerangan dimulai dari pos-pos Belanda di Bakal Batu, Tarutung. Sejak saat itu penyerangan terhadap pos-pos yang lain terus berlangsung, seperti:

  • Pos Belanda di Uluan dan Balinge berhasil diserang pasukan Sisingamangaraja pada Mei 1833.
  • Pos Belanda di Tangga Batu berhasil dihancurkan pada 1884.

Melihat tindakan Sisingamangaraja XII, Belanda tidak tinggal diam. Pada tahun 1907, Belanda berhasil memperkuat pasukannya dengan persenjataan lengkap dan siap melakukan penyerangan ke daerah Pak-Pak.

Penyerangan tersebut membuat Sisingamangaraja XII kewalahan dan terkepung. Kejadian tersebut membuat Sisingamangaraja XII gugur dalam pertempuran melawan Belanda.

Baca juga: Biografi Sultan Hasanuddin, si Ayam Jantan dari Timur

Dalam buku Kumpulan Pahlawan Indonesia (2012) oleh Mirnawati, wafatnya Sisingamangaraja terjadi pada 17 Juni 1907 dan dimakamkan di daerah Balige, kemudian dipindah ke Pulau Samosir.

Berdasarkan SK Presiden No.590/1961 tanggal 9 November 1961, pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Sisingamangaraja XII .

Selain itu, untuk mengenang perjuangannya, Sisingamangaraja XII diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota di Indonesia dan digunakan dalam pecahan uang kertas Rp 1.000 pada tahun 1987.

Baca juga: Perang Pattimura Melawan Belanda


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Senjata Khas Riau?

Apa Senjata Khas Riau?

Skola
Senjata Tradisional Sumatera Barat

Senjata Tradisional Sumatera Barat

Skola
3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan

3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan

Skola
Senjata Tradisional Bengkulu

Senjata Tradisional Bengkulu

Skola
Badik Tumbuk Lado, Senjata Tradisional Kepulauan Riau

Badik Tumbuk Lado, Senjata Tradisional Kepulauan Riau

Skola
Keunikan Kujang, Senjata Tradisional Jawa Barat

Keunikan Kujang, Senjata Tradisional Jawa Barat

Skola
Beragam Senjata Tradisional Khas Jakarta

Beragam Senjata Tradisional Khas Jakarta

Skola
Mengenal Senjata Tradisional Banten

Mengenal Senjata Tradisional Banten

Skola
Senjata Tradisional Khas Jawa Timur

Senjata Tradisional Khas Jawa Timur

Skola
Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Yogyakarta

Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi

Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi

Skola
3 Senjata Tradisional Aceh

3 Senjata Tradisional Aceh

Skola
4 Alat Musik Daerah Sulawesi Barat

4 Alat Musik Daerah Sulawesi Barat

Skola
Senjata Tradisional Sumatera Utara

Senjata Tradisional Sumatera Utara

Skola
Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Guoto, Alat Musik Daerah Papua Barat

Skola
komentar
Close Ads X