Kompas.com - 04/02/2021, 20:15 WIB
Tari Caci digelar di Lapangan Batu Cermin, Kabupaten Managgarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam rangkaian Festival Komodo 2017, Kamis (2/3/2017). ARSIP KEMENPARTari Caci digelar di Lapangan Batu Cermin, Kabupaten Managgarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam rangkaian Festival Komodo 2017, Kamis (2/3/2017).
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Tari Caci adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tari Caci merupakan tari uji ketangkasan bela diri yang dibalut dalam bentuk tarian tersebut dan menjadi nilai budaya NTT.

Dikutip dari buku Exotic NTT - Seri Backpacking & Travelling (2013) karya Gagas Ulung, dalam budaya Manggarai, tari Caci membawa simbol pertobatan manusia dalam hidup.

Nama Caci berasal dari dua kata yakni "ca" yang artinya satu dan "ci" yang berati uji. Sehingga Caci bermakna ujian satu lawan satu untuk membuktikan siapa yang benar dan salah.

Tarian tersebut selalu dibawakan para pemuda setempat sebagai ajang menempa diri agar memiliki semangat sportivitas dan mengendalikan emosi.

Pertunjukan tari Caci

Pada pertunjukan tari Caci dibuka dengan tarian Danding atau Tandak Manggarai. Sebelum beradu, setiap pemain terlebih dahulu melakukan gerakan pemanasan otot.

Baca juga: Tari Cakalele, Tarian Perang Khas Maluku

Di mana masing-masing penari menggerakan badannya mirip gerakan kuda. Sambil menari, pemain caci menyanyikan lagu daerah untuk menantang lawannya.

Setiap kelompok terdiri dari delapan pemuda bertarung menghadapi lawan. Sebelah tangan memegang pecut, dan tangan lain menggenggam tameng.

Dengan destar atau ikat kepala dan sarung songket, para pemuda berjejer dan menari dengan lagu daerah yang dinyanyikan dengan lantang.

Dengan lincah dan ringan, si penyerang menghentakkan pecutnya ke tubuh lawan. Sementara lawan menahan sabetan pecut menggunakan perisai.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Devils Hole Pupfish, Ikan Kecil Penghuni Death Valley

Skola
Siapa dan Bagaimana Kamus Dibuat?

Siapa dan Bagaimana Kamus Dibuat?

Skola
Apakah Kraken Si Monster Laut Benar Ada di Dunia Nyata?

Apakah Kraken Si Monster Laut Benar Ada di Dunia Nyata?

Skola
Bukan Korsel, Inilah Negara dengan Operasi Plastik Tertinggi di Dunia

Bukan Korsel, Inilah Negara dengan Operasi Plastik Tertinggi di Dunia

Skola
Sheepshead, Ikan Bergigi Manusia

Sheepshead, Ikan Bergigi Manusia

Skola
Pyrosome si Unikron Laut

Pyrosome si Unikron Laut

Skola
5 Tempat di Dunia yang Jarang Tersentuh Sinar Matahari

5 Tempat di Dunia yang Jarang Tersentuh Sinar Matahari

Skola
Mata Uang Tertua di Dunia

Mata Uang Tertua di Dunia

Skola
Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
komentar
Close Ads X