Bedanya Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

Kompas.com - 31/01/2021, 17:54 WIB
Ilustrasi listrik yang ditimbulkan dari sumber tegangan dan adanya percikan elektron. VICTOR DE SCHWANBERGIlustrasi listrik yang ditimbulkan dari sumber tegangan dan adanya percikan elektron.

KOMPAS.com - Rangkaian listrik adalah jalur transmisi berisi perangkat elektronik yang dapat membentuk arus listrik. Terdapat dua jenis rangkaian dasar listrik yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. Pada materi kali ini kita akan mempelajari perbedaan kedua rangkaian tersebut, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

  • Pengertian

Sebelumnya mari kita pahami definisi dari seri dan pararel terlebih dahulu. Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang terdiri dari hanya satu jalur untuk melewatkan arus. Sedangkan rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang terdiri dari lebih dari satu jalur untuk melewatkan arus.

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rangkaian seri dan paralel lampu

Bayangkan rangkaian seri adalah saat membayar belanjaan di minimarket dengan satu kasir. Kasir akan melayani satu orang, setelah selesai lalu satu orang di belakangnya hingga antrean selesai.

Baca juga: Rangkaian Seri RLC pada Arus Bolak-balik

 

Sedangkan rangkaian paralel adalah minimarket dengan banyak kasir. Dapat melayani beberapa orang sekaligus karena memiliki banyak jalur.

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rangkaian seri

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rangkaian paralel

 

Ilustrasi listrikSHUTTERSTOCK Ilustrasi listrik

  • Arus Listrik

Dilansir dari Circuit Globe, arus yang mengalir pada setiap komponen dalam rangkaian seri adalah sama. Sedangkan arus yang mengalir pada komponen rangkaian paralel berbeda. Jadi jumlah arus total rangkaian paralel sama dengan hasil pertambahan seluruh arus dalam komponen listriknya.

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus arus total rangkaian seri dan paralel

  • Tegangan Listrik

Jika arus listrik dalam setiap komponen rangkaian seri adalah sama, maka sebaliknya bahwa tegangan dalam setiap komponen rangkaian paralel adalah sama. Sedangkan tegangan tiap komponen pada rangkaian seri tergantung pada hambatan dan arusnya. Dilansir dari Sciencing, tegangan dalam tegangan komponen rangkaian paralel dapat dicari dengan hukum Ohm.

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus tegangan total rangkaian seri dan paralel

  • Hambatan

Dalam rangkaian listrik, biasanya digunakan lebih dari satu komponen dengan hambatan (resistansi) yang berbeda-beda. Jumlah hambatan dalam rangkaian seri didapatkan dari menambahkan seluryh hambatan komponennya.

Sedangkan jumlah hambatan dalam rangkaian paralel adalah 1 per jumlah hambatan komponen dalam rangkaian. Hal ini dikarenakan rangkaian paralel memiliki tegangan yang sama pada setiap komponennya.

Baca juga: Pengertian Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Rumus hambatan total rangkaian seri dan paralel

  • Kelebihan dan Kekurangan

Pada rangkaian seri, jika salah satu komponen rusak maka seluruh rangkaian akan ikut rusak. Hal ini karena rangkaian seri hanya memiliki satu jalur listrik, jika terdapat gangguan maka listrik tidak dapat mengalir lagi.

Berbeda dengan rangkaian paralel yang memiliki banyak cabang sehingga saat satu komponen rusak, maka komponen dalam jalur lainnya masih dapat berfungsi.

Kerusakan dalam rangkaian seri sulit dideteksi, karena kita harus mengecek satu persatu mana komponen yang rusak dan mana yang masih berfungsi. Sedangkan dalam rangkaian paralel, jika ada yang rusak kita hanya perlu memeriksa jalur yang rusak tersebut.

Namun rangkaian paralel lebih mahal karena membutuhkan lebih banyak kabel konduktor untuk membuat jalur listrik. Tidak seperti rangkaian seri yang hanya membutuhkan satu kabel konduktor saja.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Skola
Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Skola
Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Skola
Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Skola
Pengertian Suhu dan Faktornya

Pengertian Suhu dan Faktornya

Skola
Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Skola
Cara Menghitung Volume Kubus

Cara Menghitung Volume Kubus

Skola
Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Skola
Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Cara Menghitung Luas Permukaan Kerucut

Skola
Cara Menghitung Luas Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium

Skola
Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Cara Menghitung Luas Jajar Genjang

Skola
komentar
Close Ads X