Teori Perilaku Manusia

Kompas.com - 28/01/2021, 18:34 WIB
Ilustrasi teori perilaku manusia freepik.com/vectorjuiceIlustrasi teori perilaku manusia

KOMPAS.com - Perilaku manusia adalah suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subyek tersebut.

Berdasarkan buku Psikologi untuk Keperawatan (2002) oleh Sunaryo, perilaku manusia hakekatnya ,erupakan proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.

Perilaku manusia timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung atau tidak langsung.

Teori perilaku manusia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat empat determinan seseorang dalam berperilaku, yaitu:

Baca juga: Perilaku Manusia dan Ciri-Cirinya

Teori S-O-R

Teori ini menyatakan bahwa adanya sebuah reaksi atay respon karena adanya stimulan atau rangsangan terhadap manusia. Proses perubahan perilaku ini menggambarkan proses belajar paa individu, teridiri dari:

  1. Stimulus, diterima atau tidaknya stimulus emnandakan efektif dan tidaknyanya rangsangan untuk menimbulkan suatu respons.
  2. Apabila stimulus mendapat perhatian maka diterima secara efektif, dapat dimengerti, menarik, dan kemudian membawa individu ini untuk melakukan sebuah tindakan.
  3. Dari stimulus yang direspon individu akhirnya terhjadi sebuah perubahan perilaku.

Teori Snehandu B. Kar

Dalam buku Pengantar Psikologi untuk Kebidanan (2021) Puspita Puji Rahayu dan kawan-kawan, perilaku yang ada pada individu merupakan fungsi dari:

  1. Dukungan sosial dari lingkungan atau masyarakat sejitar
  2. Niat seseorang untuk bertindak
  3. Fasilitas kesehatan
  4. Otonomi pribadi
  5. Situasi yang memungkinkan untuk bertindak

Baca juga: Contoh Sikap Tanggung Jawab dalam Keluarga

Teori dukungan sosial

Meurpakan sebuah dukungan atau bantuan berupa informasi, saran, tindakan tingkah laku yang nyata dari lingkungan sosial.

Dukungan sosial mengacu pada memebrikan kenyamanan pada orang lain atau menghargainya. Selain itu dukungan sosial adalah adnaya transaksi interpersonal yang ditunjukkan dengan memberikan bantuan kepada individu lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial meliputi:

  1. Kebutuhan fisik, berupa sandang, pangan, dan papan
  2. Kebutuhan sosial, orang yang mudah bersosialisasi dengan lingkungannya.
  3. Kebutuhan psikis, ketika seseorang sedang dalam masalah tentu akan membutuhkan dukungan, motivasi, dan solusi dari orang lain.

Baca juga: Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Teori social cognitive of self-regulation

Teori ini menganalisis proses yang mendasari penentuan nasib individu, altruisme, dan moral perilaku. Teori ini menekankan pada interaksi antara orang dan lingkungan mereka.

Komponen dalam teori social cognitive of self-regulation, yaitu:

  1. Faktor lingkungan mempengaruhi individu dan kelmpok, namun mereka dapat mengatur perilaku mereka sendiri.
  2. Keyakinan tentang kemampuan pribadi atau kelompok untuk melakukan perilaku yang membawa hasil yang diinginkan.
  3. Belajar untuk melakukan perilaku baru dari pribadi individu lain atau media.
  4. Penggunaan dan penyalahgunaan imbalan dan hukuman untuk memodifikasi perilaku
  5. menyediakan alat, sumber daya, atau lingkungan perubahan yang membuat lebih mudah untuk melakukan perilaku baru.
  6. Mengontrol diri melalui selft monitoring, penetapan tujuan, umpan balik, dan penghargaan diri.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X