Mutual Security Act, Penyebab Kejatuhan Kabinet Sukiman

Kompas.com - 22/01/2021, 15:58 WIB
Kabinet Sukiman-Suwirjo Kabinet Sukiman-Suwirjo

KOMPAS.com - Mutual Security Act atau MSA merupakan bentuk perjanjian keamanan dengan pemerintah Amerika Serikat. MSA menggantikan program Marshall Plan yang diberikan saat Perang Dunia II berakhir.

Pada Januari 1952, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia kala itu, Mr. Ahmad Subardjo dari Partai Masyumi secara diam-diam menandatangani persetujuan Mutual Security Act (MSA).

Dalam situs Oxford Reference,  mutual security act diartikan sebagai bentuk peraturan hukum yang disahkan pada 10 Oktober 1951, untuk membentuk dewan administrasi keamanan bersama, tujuannya untuk memberi bantuan militer dan ekonomi.

Dilansir dari situs US House of Representatives, Harry S. Truman, Presiden Amerika Serikat kala itu, menandatangani Mutual Security Act, yang diikuti dengan pencairan dana sebesar 7,5 miliar dollar AS.

Dana tersebut digunakan untuk memberi bantuan militer, ekonomi, serta bantuan teknis lainnya kepada sekutu Amerika Serikat, untuk membendung dan melawan komunisme secara global.

Baca juga: Marshall Plan: Latar Belakang, Tujuan, dan Dampaknya

Tidak hanya itu, MSA juga mengharuskan negara penerima bantuan tersebut untuk memberi sumbangan penuh untuk pertahanan keamanan free world atau dunia bebas.

Dalam buku Quo Vadis Politik Luar Negeri Indonesia (2017) karya Yanyan Mochamad Yani serta Ian Montratama, dituliskan jika saat itu kabinet Sukiman menerapkan kebijakan politik luar negeri yang bersifat bebas aktif.

Artinya, Indonesia tidak boleh berpihak pada salah satu blok saat perang dingin terjadi. Selain itu Indonesia juga masih terus berusaha untuk mengupayakan perdamaian dunia.

Menurut Rosihan Anwar dalam buku Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia (2009), Mr. Ahmad Subardjo yang saat itu menandatangani MSA secara diam-diam, telah membuat Indonesia terikat dengan pertahanan dunia bebas.

Hal ini menimbulkan berbagai pertentangan di berbagai pihak. Dua surat kabar ternama di Indonesia, yakni Pedoman dan Indonesia Raya, menentang dengan keras keputusan penandatanganan MSA tersebut.

Tidak hanya itu, banyak rakyat Indonesia yang memprotes kebijakan ini, karena tidak sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia. Aksi protes ini menyebabkan kabinet Sukiman dibubarkan pada 1952.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X