Apa yang Akan Terjadi pada Hewan di Hutan yang Telah Dirusak Manusia?

Kompas.com - 20/01/2021, 17:26 WIB
Kerusakan hutan rawa akibat tambang emas tradisional di Kereng pangi, Kalimantan Tengah, 24 Agustus 2013. Sebanyak 140 negara menandatangani traktat PBB untuk menangani polusi merkuri serta penggunaan produk metal berbahaya. AFP PHOTO / CHAIDEER MAHYUDDINKerusakan hutan rawa akibat tambang emas tradisional di Kereng pangi, Kalimantan Tengah, 24 Agustus 2013. Sebanyak 140 negara menandatangani traktat PBB untuk menangani polusi merkuri serta penggunaan produk metal berbahaya.

KOMPAS.com - Hutan adalah ekosistem yang kaya akan pepohonan hijau juga vegetasi tumbuhan yang sangat banyak.

Di dalam ekosistem hutan, berbagai hewan menggantungkan hidupnya. Mulai dari serangga hingga mamalia besar.

Namun apa jadinya jika kegiatan manusia merusak hutan? Bagaimana nasib hewan-hewan yang hidup di dalamnya?

Kehilangan sumber makanan

Dilansir dari WWF, setengah dari jumlah asli hutan di dunia telah hilang dan masih terus ditebangi dengan kecepatan 10 kali lipat dibandingkan pertumbuhannya.

Kerusakan hutan dapat mengubah persediaan air. Air menjadi kotor karena polusi dari kegiatan manusia, atau kekeringan akibat hilangnya tumbuhan hijau.

Baca juga: Pentingnya Melestarikan Hewan dan Tumbuhan

 

Lambat laut hewan bisa kekurangan air bersih dan terpaksa mengonsumsi air kotor berpolusi yang dapat menyebabkan keracunan dan kematian.

Hewan pemakan tumbuhan akan banyak yang mati karena kelaparan, sehingga predator pemakan hewan tersebut juga akan ikut kelaparan. Rusaknya rantai makanan ini dapat membuat kelaparan masal yang berujung pada kepunahan.

Kehilangan habitat

Bayangkan kamu sedang berada dalam kamarmu, mengejarkan PR untuk besok. Lalu tiba-tiba gerombolan orang datang dan merubuhkan rumahmu, hingga kamu tidak lagi punya tempat untuk tinggal.

Kamu pasti marah karena semua pakaian juga makananmu hancur bersama dengan rumahmu.

Itulah yang dirasakan para hewan saat manusia merusak habitat mereka. Mereka kehilangan tempat tinggal, sarangnya dirusak, dan terusir dari rumahnya sendiri.

Konflik dengan manusia

Kompas.com/SILMI NURUL UTAMI Beruang kutub menginvansi pembuangan sampah di sebelah utara Rusia akibat kekurangan makanan

Dilansir dari Sciencing, hilangnya habitat dan sumber makanan memaksa hewan bermigrasi keluar dari hutan. Kenyataannya, lebih banyak hewan yang mati dalam migrasi mereka.

Beruang, harimau, monyet, dan binatang hutan lainnya akan masuk ke lingkungan manusia untuk mencari makanan. Hal ini membahayakan manusia dan hewan itu sendiri karena dapat terbunuh oleh manusia.

Di Lampung contohnya, banyak harimau dan gajah mati dibunuh karena masuk ke permukiman manusia. Padahal, leluhur harimau dan gajah lebih dahulu ada di situ.

Kepunahan

Kamu kehilangan rumah, tidak punya makanan, tidak punya tujuan, dan tidak punya keluarga, ke manakah kamu akan pergi? Bagaimana bisa kamu bertahan hidup? Inilah yang dirasakan hewan yang hutan tempat tinggalnya dirusak.

Baca juga: Penyebab Kepunahan Hewan dan Tumbuhan

Hilangnya hutan, kotornya sumber air karena polusi, dan hilangnya sumber makanan dapat membuat banyak hewan mati.

Contohnya orangutan yang tadinya penghuni hutan di Sumatra dan Kalimantan. Keberadaan mereka kini terancam punah akibat hutan-hutan di Sumatra dan Kalimantan alih fungsi menjadi perkebunan dan tambang.

 

Jika kerusakan hutan tidak ditanggulangi, kematian hewan akan terus meningkat dan menyebabkan kepunahan. Jika kita tidak mau peduli terhadap lingkungan, mungkin gajah juga akan punah seperti mammoth dan kita hanya bisa melihatnya melalui foto.


Sumber Sciencing,WWF
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X