Kompas.com - 19/01/2021, 17:38 WIB

KOMPAS.com - Tekstil merupakan bahan pembuatan pakaian yang kita gunakan setiap hari.

Tekstil umumnya terbuat dari bahan serat yang kemudian akan diolah menjadi benang. Nantinya benang ini akan dirajut, dijahit atau ditenun menjadi kain yang pada akhirnya menjadi pakaian.

Namun, ternyata tekstil tidak hanya dapat diolah menjadi pakaian saja. Tekstil juga dapat diolah menjadi berbagai jenis kerajinan.

Contohnya adalah kerajinan sulam, kerajinan batik, dan lain sebagainya. Selain itu, bahan tekstil ini juga dapat diolah menjadi pernak pernik atau lainnya.

Dalam mengolah tekstil menjadi kerajinan, tentunya harus menggunakan teknik pembuatan yang benar agar hasil kerajinannya baik.

Ada dua jenis teknik pembuatan kerajinan tekstil. Apa sajakah itu?

Baca juga: Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dua jenis tektik tersebut adalah structural technique dan decorative technique.

Structural technique

Lapak rajutan Mbah Umi di Lateng, Banyuwangi Lapak rajutan Mbah Umi di Lateng, Banyuwangi

Teknik ini digunakan untuk membuat susunan garis, warna, motif serta tekstur dari bahan kerajinan yang akan dibuat. Tidak hanya itu susunan dari seluruh komponen ini juga akan menjadi motif yang bagus.

Contoh penggunaan structural technique adalah pada saat membuat tas rajut (jenis kerajinan rajut). Semakin baik penerapan tekniknya, maka hasilnya akan semakin baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Hujan Meteor Berbahaya?

Apakah Hujan Meteor Berbahaya?

Skola
6 Bencana Akibat Ulah Manusia

6 Bencana Akibat Ulah Manusia

Skola
Rantai Makanan Detritus: Pengertian dan Contohnya

Rantai Makanan Detritus: Pengertian dan Contohnya

Skola
Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif

Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif

Skola
Alasan Terjadinya Perubahan Sosial

Alasan Terjadinya Perubahan Sosial

Skola
Apa Saja Fungsi Peraturan Pemerintah?

Apa Saja Fungsi Peraturan Pemerintah?

Skola
4 Fungsi Bahasa Indonesia Baku

4 Fungsi Bahasa Indonesia Baku

Skola
Tujuan Organisasi Budi Utomo

Tujuan Organisasi Budi Utomo

Skola
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Etatisme

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Etatisme

Skola
Bedanya Simpati dan Empati

Bedanya Simpati dan Empati

Skola
Sistematika Penulisan Laporan Penelitian

Sistematika Penulisan Laporan Penelitian

Skola
Konjungsi Penjumlahan: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Konjungsi Penjumlahan: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Skola
Pengertian dan Ciri-ciri Profesi

Pengertian dan Ciri-ciri Profesi

Skola
Perbedaan Puisi Rakyat dengan Puisi Modern

Perbedaan Puisi Rakyat dengan Puisi Modern

Skola
Faktor Edafik: Pengertian dan Contohnya

Faktor Edafik: Pengertian dan Contohnya

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.