2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

Kompas.com - 19/01/2021, 17:38 WIB
Wanita Baduy luar menenun di Kampung Balingbing, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016). Kerajinan kain tenun menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Baduy selain bertani. KRISTIANTO PURNOMOWanita Baduy luar menenun di Kampung Balingbing, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016). Kerajinan kain tenun menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Baduy selain bertani.

KOMPAS.com - Tekstil merupakan bahan pembuatan pakaian yang kita gunakan setiap hari.

Tekstil umumnya terbuat dari bahan serat yang kemudian akan diolah menjadi benang. Nantinya benang ini akan dirajut, dijahit atau ditenun menjadi kain yang pada akhirnya menjadi pakaian.

Namun, ternyata tekstil tidak hanya dapat diolah menjadi pakaian saja. Tekstil juga dapat diolah menjadi berbagai jenis kerajinan.

Contohnya adalah kerajinan sulam, kerajinan batik, dan lain sebagainya. Selain itu, bahan tekstil ini juga dapat diolah menjadi pernak pernik atau lainnya.

Dalam mengolah tekstil menjadi kerajinan, tentunya harus menggunakan teknik pembuatan yang benar agar hasil kerajinannya baik.

Ada dua jenis teknik pembuatan kerajinan tekstil. Apa sajakah itu?

Baca juga: Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dua jenis tektik tersebut adalah structural technique dan decorative technique.

Structural technique

Lapak rajutan Mbah Umi di Lateng, Banyuwangi Lapak rajutan Mbah Umi di Lateng, Banyuwangi

Teknik ini digunakan untuk membuat susunan garis, warna, motif serta tekstur dari bahan kerajinan yang akan dibuat. Tidak hanya itu susunan dari seluruh komponen ini juga akan menjadi motif yang bagus.

Contoh penggunaan structural technique adalah pada saat membuat tas rajut (jenis kerajinan rajut). Semakin baik penerapan tekniknya, maka hasilnya akan semakin baik.

Decorative technique

Selendang Rusia dengan rajutan dekoratif.Shutterstock Selendang Rusia dengan rajutan dekoratif.

Teknik ini juga sering disebut sebagai garnitur. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dituliskan jika garnitur merupakan bahan yang sering digunakan sebagai penghias pakaian.

Contoh garnitur adalah kancing, bunga imitasi, dan lain sebagainya. Decorative technique digunakan untuk mempercantik kerajinan yang sedang dibuat.

Teknik ini tidak hanya digunakan untuk pembuatan busana atau pakaian saja, namun juga digunakan pada pembuatan tas rajut, dompet, dan lain sebagainya.


Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X