Perbedaan Perpindahan Panas Secara Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Kompas.com - 15/01/2021, 17:37 WIB
Perpindahan kalor ketika memanaskan air dalam panci alumunium Perpindahan kalor ketika memanaskan air dalam panci alumunium

KOMPAS.com - Energi panas dapat berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah melalui tiga metode yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Simak perbedaan antara ketiga metode perpindahan panas tersebut!

Perbedaan Konduksi Konveksi Radiasi
Pengertian Perpindahan panas terjadi akibat sentuhan langsung dua buah objek. Perpindahan panas terjadi akibat perpindahan molekul yang membawa panas. Perpindahan panas oleh gelombang elektromagnetik tanpa melibatkan partikel.
Sebab Terjadi karena perbedaan suhu antara dua buah objek yang bersentuhan. Terjadi karena perbedaan massa jenis atau kepadatan fluida. Terjadi pada semua benda dengan suhu diatas 0 kelvin.
Medium Zat padat. Zat cair dan gas (fluida). Tidak membutuhkan medium (dapat merambat dalam ruang hampa, gas, cair, maupun padat)
Proses Panas berpindah dari satu partikel ke partikel lainnya. Panas akan terus merambat tanpa terjadi pertukaran partikel (zat tetap diam). Perpindahan panas terjadi saat partikel yang dipanaskan bergerak menjauhi sumbernya dan partikel yang lebih dingin mendekati sumber panas. Hal ini berarti panas dibawa dan disebarkan dibawa oleh partikel. Panas dibawa oleh gelombang elektromagnetik menjauhi sumber panas. Radiasi dapat dikatakan sebagai pemancaran energi panas.
Kecepatan Karena tidak terjadi perpindahan partikel, konduksi berjalan dengan sangat lambat. Karena terjadi perpindahan partikel, konveksi berjalan dengan cepat. Karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang berkecepatan tinggi, radiasi berjalan dengan sangat cepat.
Contoh Terbakarnya benda oleh api, baju yang disetrika, knalpot motor yang panas, gelas yang panas setelah diisi air panas, dan merambatnya panas pada logam. Pergerakan naik turunnya air saat mendidih, mendidihnya minyak, balon udara yang dapat naik, udara disekitar radiator yang panas, terjadinya angin panas maupun angin dingin. Pancaran sinar Matahari di tata surya, pancaran lampu yang hangat, rasa hangat dari api seperti api unggun dan lilin, dan rasa hangat ketika berada di dekat benda yang panas.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X