Nilai, Sikap, dan Keterampilan sebagai Penari

Kompas.com - 14/01/2021, 14:45 WIB
Tari jaipong aseli Sunda KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIATari jaipong aseli Sunda

KOMPAS.com - Untuk membawakan sebuah tarian tidak hanya sekedar memperagakan keterampilan gerak saja, melainkan juga harus menjiwai.

Dalam buku Ketika Cahaya Merah Memudar (1993) karya Sal Murgiyanti, seorang penari harus benar-benar menarikan sebuah tarian jika ia mampu memperlihatkan kepada penonton hubungan yang ada antara bagian-bagian gerak dengan jelas.

Sehingga, penari dituntut mampu mengubungkan gerak yang satu dengan lainnya, yang di dalamnya terdapat unsur ruang, tenaga, dan waktu.

Nilai, sikap, dan keterampilan seorang penari yaitu bertanggung jawab dengan tarian yang dibawakan, harus rajin berlatih, menguasai teknik, dan penuh penghayatan.

Baca juga: Level Gerak Tari dalam Seni Tari

Bakat menari yang didukung dengan nilai, sikap, dan keterampilan tersebut akan memperlihatkan sebuah tarian yang jelas dan mampu menarik perhatian dari penonton.

Seorang penari juga harus memiliki daya imajinasi, irama, dan daya ingat yang baik, karena seorang penari harus mampu bergerak mengikuti irama ketukan pola musiknya.

Daya imajinasi diperlukan untuk menggambarkan isi tarian serta bentuk gerak baru dalam pengembangan suatu tarian.

Sedangkan daya ingat, berhubungan dengan selruh komposisi tari agar tidak terlupa atau terlewat untuk disampaikan.

Baca juga: Fungsi Pola Lantai dalam Seni Tari

Keterampilan menari

Keterampilan menari merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan gerak yang tertata dan selaras dengan irama. Dibawakan dengan penjiwaan yang baik dan tepat.

Keterampilan seorang penari harus ditunjukkan dengan kemampuannya melakukan gerak yang baik dan tepat, serta bergerak sesuai dengan irama.

Iyus Rusliana dalam bukunya Tari Wayang (2012), mempertegas bahwa kualitas penari meliputi:

  • Bisa, hafal dan tepat dalam teknik mengungkapkan setiap gerak tari.
  • Wanda, penyesuaian dengan karakter tari serta ketepatan dan keserasian pemakaian rias serta busana.
  • Wirahma, ketepatan mengatur irama tari yang selaras dengan pola irama iriangan karawitannya.
  • Sari, kemampuan menghidupkan tarian melalui kekuatan pengungkapan rasa dan jiwanya yang sesuai dengan isi tarian.
  • Alus, kemampuan menyatukan kekuatan dari keempat aspek kualitas sehingga luluh dan bersenyawa dengan tarian.

Baca juga: Macam Gerak Tari

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X