Kompas.com - 29/12/2020, 17:12 WIB
Museum Kerajaan Samudera Pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Aceh, Jumat (17/3/2017). KOMPAS.com/MASRIADIMuseum Kerajaan Samudera Pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Aceh, Jumat (17/3/2017).

Pada 1345, Gajah Mada memimpin pasukan Majapahit untuk menaklukan kekuasaan Sultan Ahmad Malik Az-Zahir. Ia berhasil menguasai Samudera Pasai dan memaksa Sultan Ahmad Malik Az-Zahir untuk mengungsi di daerah bernama Menduga.

Pasca serangan Majapahit, Samudera Pasai masih eksis sebagai kerajaan vasal (bawahan) dari Majapahit.

Baca juga: Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

  • Munculnya Kesultanan Malaka

Munculnya kesultanan Malaka pada awal abad ke-15 Masehi mampu melemahkan dominasi sektor perdagangan Samudera Pasai di kawasan selat Malaka.

Kesultanan Malaka juga mampu mengungguli Samudera Pasai dalam aspek sosial, politik dan militer.

  • Serangan Portugis terhadap Kawasan Malaka

Pada tahun 1511, Portugis menyerang kawasan Selat Malaka dengan membawa 15 kapal dan 16.000 pasukan dibawah pimpinan Alfonso de Albuqerque.

Pada sekitar tahun 1520-an, Portugis berhasil menguasai wilayah-wilayah strategis yang menjadi pusat perdagangan di kawasan selat Malaka. Penguasaan Portugis di Selat Malaka juga menandai keruntuhan Samudera Pasai.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X