Kompas.com - 26/12/2020, 18:11 WIB
Ilustrasi teks eksposisi shutterstock.comIlustrasi teks eksposisi

KOMPAS.com - Makalah masuk dalam kategori penulisan ilmiah. Menurut Munawar Syamsudin dalam buku Dasar-Dasar dan Metode Penulisan Ilmiah (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten.

Setiap makalah pasti disertai dengan latar belakang. Latar belakang ialah bagian yang menjelaskan pengertian sekilas tentang topik atau obyek penelitian, serta mengapa penelitian tersebut penting untuk dibahas

Dilansir dari Cara Mudah Menulis Karya Imiah (2015) karya Natanael, pada bagian ini diuraikan tentang masalah yang akan diteliti, penjelasan tentang dipilihnya masaah ini bagi penulis atau pun bagi orang lain, argumentasi yang logis antara data (realitas) dan teori (harapan).

Agar lebih memahami mengenai latar belakang makalah, perhatikan contoh latar belakang makalah berikut:

Baca juga: Langkah-langkah Menulis Karya Ilmiah

Contoh I

Judul makalah: Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Latar belakang: Permasalahan sampah tidak pernah usai. Setiap hari manusia menghasilkan sampah dari barang atau benda yang dipakainya. Makalah ini akan membahas mengenai sampah rumah tangga dan bagaimana memanfaatkannya. Salah satu alternatif untuk mengolah sampah rumah tangga adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik.

Kementrian Lingkungan Hidup mencatat, jumlah sampah nasional mencapai 67,8 ton per 2020. Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir semakin membengkak. Sebagai warga negara, kita dapat berperan mengurangi volume sampah dengan mengolahnya secara mandiri.

Selain mengurangi volume sampah, mengolah sampah rumah tangga secara mandiri dapat membawa dampak baik bagi lingkungan. Kita tidak perlu bergantung pada pupuk kimia.

Bila dikelola dengan baik, sebenarnya sampah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Namun kita akan membahas secara spesifik mengenai pupuk organik. Melalui makalah ini, penulis berharap setiap rumah tangga berperan aktif dalam pengelolaan sampah.

Baca juga: Struktur Penulisan Karya Ilmiah

Contoh II

Judul makalah: Manfaat Lubang Serapan Air Hujan di Lingkungan Sekolah SMAN Mollo
Latar belakang: Makalah ini akan membahas mengenai manfaat lubang serapan air hujan. Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu provinsi yang rentan mengalami kekeringan di musim kemarau. Hal ini juga terjadi di lingkungan sekolah SMAN Mollo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.900 desa di 79 kabupaten dan tujuh provinsi terdampak kekeringan. Tujuh provinsi tersebut yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Bali.

Padahal air merupakan kebutuhan mendasar setiap mahluk hidup, terlebih manusia. Membuat resapan air hujan menjadi salah satu cara menghadapi musim kemarau yang akan datang. Resapan air dapat dibuang dengan bahan dan alat sederhana. Penerapannya pun tidak terlalu rumit sehingga dapat dilakukan oleh semua orang. Penulis berharap, kekeringan di lingkungan sekolah dapat teratasi melalui karya ilmiah ini.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X