Kompas.com - 25/12/2020, 18:51 WIB
Hutan primer Papua kini mulai beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. GREENPEACE via BBC INDONESIAHutan primer Papua kini mulai beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.

KOMPAS.com – Isu permasalahan lingkungan akhir-akhir ini mulai mendapat banyak perhatian oleh dunia internasional.

Di Indonesia sendiri, masih banyak permasalahan lingkungan yang membutuhkan penyelesaian.

Permasalahan lingkungan merupakan permasalahan multidimensional yang melibatkan berbagai kalangan.

Meskipun begitu, pemerintah tetap menjadi sektor yang berperan penting untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan karena pemerintah memiliki wewenang untuk mengeluarkan regulasi atau kebijakan.

Isu permasalahan lingkungan menjadi penting karena kualitas lingkungan akan memengaruhi kualitas hidup manusia secara langsung. Selain itu, kualitas lingkungan juga memengaruhi kualitas hidup manusia di masa mendatang.

Dilansir dari laman resmi Greenpeace Indonesia, dijelaskan beberapa permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia, yaitu:

Baca juga: Penurunan Kualitas Lingkungan Akibat Sampah

Penurunan kualitas dan rusaknya terumbu karang

Kondisi terumbu karang di Indonesia cukup mengkhawatirkan sebab 35,15 persen terumbu karang Indonesia masuk dalam kategori buruk.

Penurunan kualitas ini disebabkan oleh penangkapan ikan menggunakan bom dan suhu permukaan air yang meningkat akibat krisis iklim.

Padahal, terumbu karang memiliki peranan yang penting terhadap pengurangan pemanasan global. Karena terumbu karang mampu menyerap karbon dioksida yang ada.

Penurunan kualitas dan rusaknya terumbu karang dapat menyebabkan rusaknya ekosistem laut yang kemudian akan berdampak pada menurunnya jumlah hewan laut secara drastis.

Masalah sampah plastik

Sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan karena dalam proses produksinya turut menyumbang emisi karbon ke udara. Emisi karbon yang teralu besar dapat menyebabkan krisis iklim berlangsung lebih cepat.

Selain itu, sampah plastik juga bisa menyebabkan pencemaran terhadap tanah dan air. Pengurangan penggunaan plastik penting untuk dilakukan karena di Indonesia sendiri pengelolaan sampah plastik masih tergolong rendah serta tanggung jawab perusahaan terhadap sampah-sampah mereka pun masih minim.

Polusi udara

Polusi udara masih menjadi permasalahan lingkungan utama di Indonesia. Polusi udara masih tetap terjadi karena sampai saat ini Indonesia masih melakukan investasi PLTU batu bara.

Padahal, ssecara global sektor pembangkit merupakan penyumbang terbesar gas rumah kaca penyebab krisis iklim.

Bahkan, 20-30 persen polusi udara yang ada di Jakarta merupakan hasil sumbangan dari emisi yang dihasilkan PLTU berbahan bakar batu bara.

Tidak hanya itu, pembakaran batu bara dapat menyebabkan kematian karena partikel polutannya bisa menembus ke sel darah manusia.

Baca juga: Pelestarian Lingkungan Hidup: Definisi dan Tujuan

Deforestasi

Selain polusi udara, deforestasi juga menjadi permasalahan lingkungan utama di Indonesia. Menurut Forest Watch Indonesia, selama tahun 2000 sampai 2017, tercatat Indonesia telah kehilangan hutan alam lebih dari 23 juta hektar atau setara dengan 75 kali luas provinsi Yogyakarta.

Bahkan, menurut World Resources Institute, pada tahun 2019 Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara yang paling banyak kehilangan hutan hujan primer akibat deforestasi, yaitu sebanyak 324 ribu hektar.

Konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan serta kebakaran hutan, diindikasikan masih menjadi penyebab utama terjadinya deforestasi di Indonesia.

Deforestasi menjadi masalah penting karena hutan merupakan tempat penyimpanan dan daur ulang karbondioksida yang cukup besar. Lebih dari 300 miliar ton karbondioksida tersimpan di dalam hutan.

Akibat deforestasi, karbondioksida tersebut akan terlepas ke atmosfer sehingga akan mempercepat perubahan iklim.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X