Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Periode Sastra Angkatan 45

Kompas.com - 17/12/2020, 17:58 WIB
Rosy Dewi Arianti Saptoyo,
Nibras Nada Nailufar

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Istilah Angkatan 45 pertama kali disebutkan oleh Rosihan Anwar pada 9 Januari 1949, dalam Majalah Siasat. Angkatan 45 disebut juga Angkatan Kemerdekaan.

Dilansir dari Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Angkatan 45 ialah nama yang diberikan kepada para sastrawan kesusastraan modern Indonesia yang berkarya di sekitar zaman penjajahan Jepang, masa kemerdekaan, dan beberapa tahun sesudahnya.

Tokoh yang menadai periode sastra Angkatan 45 antara lain Chairil Anwar, Asrul Sani, R.ivai Apin, Usmar Ismail, Idrus, Ida Nasution, Utuy Thtang Sontani, Balfas, J.E. Tutengkeng, dan Pramoedya Ananta Toer. Salah satu karya paling terkenal adalah puisi berjudul “Aku” karya Chairil Anwar.

Penulisan karya Angkatan 45 mulai ditulis dengan bahasa Indonesia. Ada pengaruh politik yang kuat karena mendekati perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia, yaitu pada 1945.

Seniman, Sutradara, Penulis Skenario Asrul SaniIstimewa Seniman, Sutradara, Penulis Skenario Asrul Sani
Menurut Andri Wicaksono dalam Pengkajian Prosa Fiksi (2017), pandangan penulisan dalam bentuk karangan tampaknya kurang bebas bila dibandingkan dengan angkatan Pujangga Baru, sedangkan dalam isi, Angkatan 45 bercorak realistis, di mana isi lebih dipentingkan daripada bahasa.

Baca juga: Periode Sastra Pujangga Baru

Ciri-ciri karya sastra Angkatan 45 yang membedakan dengan periode lainnya adalah sebagai berikut:

  • Bentuknya bebas, tidak terikat kaidah kebahasaan.
  • Temanya diangkat dari realitas, sehingga terkesan natural.
  • Lebih ekspresif.
  • Menyiratkan perjuangan memperebutkan kemerdekaan.
  • Mendapat banyak pengaruh dari sastra asing
  • Sastrawan angkatan ini lebih menonjol, dinamis, dan kritis. Hal ini menyebabkan individualisme mereka tinggi.
  • Karya sastra dalam bentuk puisi mendominasi angkatan ini. Maka karya-karyanya menggunakan penghematan kata.
  • Mengandung sinisme dan sarkasme terhadap Belanda, Jepang, maupun pemerintahan yang sewenang-wenang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com