Kompas.com - 15/12/2020, 19:05 WIB
Ilustrasi surat kabar yang memuat berita Ilustrasi surat kabar yang memuat berita

KOMPAS.com - Pernahkah kalian membaca berita? Kita dapat menemui berita di berbagai media, mulai dari radio, televisi, koran, majalah, dan media online.

Berita yang kita dengar, tonton, atau baca bersumber dari teks berita. Teks berita disusun berdasarkan kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga informasi yang didapat dapat dibuktikan kebenarannya.

Dilansir dari Herman RN dalam buku Jurnalistik Praktis (2018), berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news value), aktual, faktual, penting, dan menarik.

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita diartikan sebagai laporan; kabar; cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Baca juga: Pengertian Teks Berita

Ciri-ciri teks berita

Berikut ciri-ciri teks berita:

  • Teks berita bersifat obyektif. Obyektif maksudnya sesuai keadaan yang terjadi tanpa ada pengaruh pendapat pribadi.
  • Berdasarkan fakta dan bukan pendapat atau opini penulis.
  • Judul berita mewakili keseluruhan isi berita
  • Bahasa yang dipakai efektif, mudah dipahami, lengkap, dan memikat pembaca.
  • Informasi atas suatu peristiwa disampaikan secara urut atau kronologis.
  • Data dalam teks fakta disajikan lengkap, sesuai konteks, dan dapat dibuktikan kebenarannya oleh semua orang.
  • Dalam beberapa teks berita, biasanya terdapat kebenaran berlapis. Kebenaran berlapis terjadi ketika fakta yang terjadi menit ini, belum tentu sama dengan fakta di menit berikutnya. Hal ini sering terjadi pada berita yang masih berkembang, contohnya seperti data hitung cepat Pilkada, data korban Covid-19, dan sejenisnya.
  • Penyampaian mengenai waktu, tempat, dan sumber berita harus valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Teks berita memuat unsur 5W+1H (what, where, when, who, why, dan how).

Baca juga: Perbedaan Teks Berita dengan Teks Nonberita

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Struktur teks berita

Terdapat beberapa macam teks berita. Namun semuanya memiliki struktur yang sama, yaitu orientasi, peristiwa, dan sumber berita. Berikut penjelasan singkatnya:

  • Orientasi Berita

Pembuka dari teks berita. Berisi penjelasan singkat dari inti informasi atau peristiwa yang ditulis. Orientasi menentukan arah pemberitaan. Pembaca dapat mengetahui kira-kira apa saja yang akan menjadi isi berita.

  • Peristiwa

Berisi urutan kejadian atau peristiwa. Urutan kejadian tersebut dapat disampaikan secara kronologis. Setiap detail peristiwa harus terverifikasi, agar tidak terjadi misinformasi atau disinformasi.

  • Sumber Berita

Sumber berita didapat dari hasil reportase dan wawancara. Sumber berita antara lain dari hasil percakapan dengan narasumber, para ahli, siaran pers, data statistik, laporan, surat, atau dokumen resmi.

Dalam menulis sumber teks berita kita harus cover both sides. Maksudnya, kita perlu menuliskan sumber berita dari berbagai sudut pandang agar fakta yang disajikan semakin jernih.

 

Kliping Harian Kompas yang memberitakan padamnya Api Abadi Mrapenrepro Harian Kompas Kliping Harian Kompas yang memberitakan padamnya Api Abadi Mrapen
Kaidah kebahasaan teks berita

Kaidah kebahasaan teks berita harus sesuai kaidah jurnalistik. Menurut Herman RN dalam buku Jurnalistik Praktis (2018), bahasa jurnalistik adalah bahasa yang sederhana, mengutamakan pilihan kata atau kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca.

Berikut kaidah kebahasaan teks berita:

  • Verba transitif: merupakan verba yang dapat diubah ke bentuk pasif.
  • Verba pewarta: verba yang mengindikasikan suatu percakapan. Contohnya kata, ujar, gagas, tukas, ucap, tutur, dan sejenisnya.
  • Adverbia: kelas kata yang memberikan keterangan tempat, waktu, suasana, atau cara.
  • Konjungsi: kata penghubung. Contohnya dan, atau, lalu, kemudian, serta, dan sejenisnya.
  • Kutipan langsung: kalimat yang diucapkan narasumber dan ditulis menggunakan tanda petik.
  • Kutipan tidak langsung: informasi dari narasumber yang ditulis ulang tanpa tanda petik. Penulis menggunakan kutipan tidak langsung agar mempermudah pembaca memahami teks berita. Karena bahasa lisan terkadang kurang dapat dipahami bila dituangkan begitu saja, tanpa ada penyesuaian dengan ragam tulis.
  • Bahasa yang digunakan baku, sederhana, menarik, singkat, padat, lugas, dan komunikatif.
  • Bahasa dalam teks berita harus netral atau obyektif.
  • Memuat bahasa denotatif atau arti sebenarnya. Bahasa yang digunakan tidak boleh ambigu dan menimbulkan salah persepsi.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.