Kompas.com - 14/12/2020, 16:00 WIB
Sutradara Garin Nugroho (tengah) bersama para pemain seusai Pementasan Planet-Sebuah Lament di teater Taman Ismail Marzuki, Cikini,Jakarta Kamis(16/1/2020). Pertunjukan ini berkisah tentang sebuah lament atau ratapan dalam nyanyian mencari sebuah planet, di mana peradaban dituntut mencari pangan dan energi baru. KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHSutradara Garin Nugroho (tengah) bersama para pemain seusai Pementasan Planet-Sebuah Lament di teater Taman Ismail Marzuki, Cikini,Jakarta Kamis(16/1/2020). Pertunjukan ini berkisah tentang sebuah lament atau ratapan dalam nyanyian mencari sebuah planet, di mana peradaban dituntut mencari pangan dan energi baru.

KOMPAS.com - Teater Nusantara merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki ciri khas, keunikan, atau keindahan. 

Teater Nusantara muncul dari beragam suku, budaya, kepentingan, dan kebutuhan masyarakat. Sehingga masing-masing memiliki ciri khas dan unsur-unsurnya. 

Penyebab kemunculan teater Nusantara bermacam-macam karena disesuaikan dengan keadaan unsur daerah dan budayanya.

Dikutip dari buku Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia (2004) karya Jacob Sumardjo, menyebutkan unsur-unsur teater rakyat yang pokok adalah cerita, pelaku, dan penonton.

Unsur cerita dapat diperpanjang atau diperpendek menurut respons dan suasana penonton. Cerita dibawakan dalam akting (pemeranan) atau dengan menari dan menyanyi.

Baca juga: Seni Teater Kontemporer: Pengertian dan Cirinya 

Para pelaku berkostum sesuai dengan referensi budaya masyarakat, meskipun tetap ada acuan terhadap tradisi lama.

Proses terjadinya atau munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya.

Hal tersebut disebabkan oleh unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu berbeda-beda, tergantung kondisi, sikap budaya masyarakat, sumber, dan tata-cara di mana teater tradisional lahir.

Teater berkembang sesuai dengan perubahan-perubahan masyarakatnya. Masyarakat berubah atau menerima unsur-unsur budaya baru, maka teater juga menyesuaikan dengan perubahan.

Mengutip dari buku Analisis Drama & Teater (2012) karya H. Satoto, menuliskan unsur-unsur pada teater yang membangun kesatuan dan keutuhannya. 

Baca juga: Penjelasan dan Sejarah Seni Teater Nusantara

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X