Kompas.com - 10/12/2020, 20:15 WIB
Pelakon dari Teater Potlot mementaskan naskah Rawa Gambut karya Conie Sema di Gedung Teater Taman Budaya Jambi, Jambi, Sabtu (13/10). Pementasan kelompok teater asal Palembang dalam rangka Road Show Sumatera tersebut bercerita tentang kerusakan hutan dan lahan gambut akibat penjarahan, kebakaran, dan ekspansi perkebunan skala besar. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye/18. Wahdi SeptiawanPelakon dari Teater Potlot mementaskan naskah Rawa Gambut karya Conie Sema di Gedung Teater Taman Budaya Jambi, Jambi, Sabtu (13/10). Pementasan kelompok teater asal Palembang dalam rangka Road Show Sumatera tersebut bercerita tentang kerusakan hutan dan lahan gambut akibat penjarahan, kebakaran, dan ekspansi perkebunan skala besar. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye/18.

KOMPAS.com - Teater Nusantara merupakan teater bagian dari masyarakat di wilayah Indonesia. 

Di mana teater Nusantara memiliki ciri khas, keindahan, keunikan, dan pesan moral kepada masyarakat.

Banyak bentuk pementasan teater di Indonesia membawa pesan moral yang biasanya cukup penting. Kondisi inilah yang membuat seni teater memiliki keunikan tersendiri.

Pertunjukan teater pada umumnya memiliki pesan moral tentang kemanusiaan dan kritik sosial. Kritik-kritik tersebut mengungkapkan ketidakadilan yang terhadi di masyarakat. 

Di mana itu semua dikemas dan diwujudkan berdasarkan kreativitas masing-masing kelompok.  

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), beberapa kelompok teater Nusantara memiliki keunikan pada saa pertunjukannya.

Baca juga: Seni Teater Kontemporer: Pengertian dan Cirinya

Berikut keunikan beberapa kelompok teater Nusantara:

  • Teater Garasi

Pertunjukan perdana Garasi adalah pertunjukan Wah karya Putu Wijaya pada tanggal 2 April 1995 di Purna Budaya Yogyakarta. Pertunjukan tersebut mampu menyedot lebih dari 1000 penonton dalam satu malam.

Teater Garasi lahir di Yogyakarta pada pertengahan tahun 90-an telah mempunyai pola yang cukup mapan dalam hal penyutradaraan oleh Yudi Ahmad Tajudin.

Pemain dituntut bekerja keras melakukan eksplorasi terhadap setiap hal yang dimungkinkan. Pemain melakukan latihan berdasarkan kesadaran untuk melakukan jelajah kreativitas.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X