Kompas.com - 10/12/2020, 17:16 WIB
Ilustrasi negosiasi www.apartmenttherapy.comIlustrasi negosiasi

KOMPAS.com – Selain mediasi dan arbitrase, ada satu lagi metode untuk menyelesaikan konflik, yaitu negosiasi.

Berbeda dengan mediasi dan arbitrase, di dalam negosiasi tidak ada pihak ketiga. Kedua belah pihak yang terlibat konflik berdialog langsung untuk menemukan solusi konflik.

Dilansir dari buku Pengantar Manajemen (2020) karya Roni Angger Aditama, negosiasi adalah suatu proses komunikasi antara dua pihak.

Di mana masing-masing pihak memiliki tujuan serta pandangan mereka sendiri dan berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak tentang masalah yang sama.

Hal yang dibahas dalam negosiasi adalah proses tawar-menawar tentang solusi konflik yang terjadi.

Baca juga: Transformasi Konflik: Definisi dan Aspek-Aspeknya

 

Dalam proses negosiasi, masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengutarakan kepentingannya dan menawarkan pula solusi untuk mengatasinya.

Proses negosiasi dianggap selesai apabila diperoleh kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Agar proses negosiasi berjalan lancar, maka kedua belah pihak harus saling memahami karakteristik negosiasi.

Karakteristik negosiasi

Dalam buku Manajemen Konflik (2018) karya Weni Puspita, dijelaskan beberapa karakteristik negosiasi, yaitu:

  • Negosiasi dilakukan untuk menghasilkan kesepakatan.
  • Keputusan yang dihasilkan dalam negosiasi harus saling menguntungkan kedua belah pihak.
  • Negosiasi dilakukan sebagai sarana untuk mencari penyelesaian.
  • Negosiasi mengarah kepada tujuan praktis.
  • Prioritas utama dalam negosiasi terletak pada kepentingan bersama.

Baca juga: Resolusi Konflik: Definisi dan Metodenya

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
Berapa Usia Matahari?

Berapa Usia Matahari?

Skola
Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
komentar
Close Ads X