Kalimat Tunggal dan Majemuk: Ciri-ciri dan Contohnya

Kompas.com - 04/12/2020, 18:58 WIB

KOMPAS.com - Kalimat dikatakan sebagai satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, karena memuat unsur yang utuh.

Dilansir dari buku Mengenal Ilmu Bahasa (2018) karya Yendra, kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan maupun tulisan yang mengungkapkan pikiran secara utuh, atau satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yaitu berupa klausa atau susunan klausa yang membentuk sebuah kesatuan ujaran yang bermakna.

Singkatnya, kalimat terdiri dari klausa. Klausa adalah satuan bahasa yang terdiri dari unsur subjek dan predikat. Klausa juga dapat dibentuk dari unsur predikat saja, selama berpotensi menjadi kalimat.

Contoh klausa: mempercayainya, adiknya suster, ratusan jamaah haji, kepada hadirin sekalian, siswa itu pintar.

Memahami klausa penting dalam menganaisis kalimat. Klausa dapat membantu kita memahami jenis-jenis kalimat.

Terdapat berbagai jenis kalimat. Jenis kalimat berdasarkan bentuk dibedakan menjadi dua, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Baca juga: Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal disebut juga kalimat sederhana. Tidak ada kata penghubung atau konjungsi dalam kalimat tunggal.

Mengutip Yendra dalam buku Mengenal Ilmu Bahasa (2018), kalimat sederhana atau kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa atau satu kerangka yang menyusun klausa yang memberikan suatu makna utuh dalam ujaran tersebut.

Sederhananya, kalimat tunggal terdiri dari satu klausa dan memenuhi syarat sebagai kalimat utuh. Kalimat tunggal memuat satu subjek, satu predikat, dan satu objek atau keterangan. Contohnya sebagai berikut:

  • Kita pergi tamasya ke Bali.
  • Mereka makan sate lilit.
  • Wali kota terpapar Covid-19.
  • Musik gamelan diputar oleh pegawai rumah makan.

Kalimat Majemuk

Sebagian besar kalimat majemuk, ditandai dengan kata penghubung atau disebut juga konjungsi. Jenis kalimat ini lebih kompleks karena memuat lebih dari satu klausa dan kalimat dasar.

Menurut Dendy Sugono dalam Sintaksis Bahasa Indonesia: Analisis Fungsi Sintaktik (2019), kalimat majemuk diartikan sebagai kata-kata yang memiliki struktur kalimat yang di dalamnya terdapat beberapa kalimat dasar.

Kalimat majemuk dibagi menjadi tiga, yaitu kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara disebut juga kalimat majemuk koordinatif. Struktur kalimat di dalamnya terdapat paling sedikit dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Contohnya sebagai berikut:

  • Ibu memasak rendang, acar bawang, sayur asam, dan tumis bunga pepaya.
  • Gina menerima telepon, mencatat pesanan, kemudian melaporkannya pada petugas di gudang.
  • Adik ingin bermain di lapangan, tetapi ayah tidak mengizinkannya keluar rumah.
  • Kita harus memilih patuhi protokol atau terancam tertular Covid-19.

Baca juga: Kalimat Efektif: Pengertian, Ciri, Syarat, Unsur, Struktur, dan Contoh

2. Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mengandung satu kalimat dasar yang merupakan inti (utama) dan satu atau beberapa kalimat dasar yang berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur kalimat inti itu.

Contohnya sebagai berikut:

  • Pak Min datang menjemput ke sekolah, ketika saya dalam perjalanan menuju rumah.
  • Nadin janji membelikan boneka, kalau adik mendapat rangking satu di kelas.
  • Petugas KPPS menanggung risiko kematian yang besar, karena pemerintah mengadakan Pilkada serentak selama pandemi.

3. Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran merupakan gabungan penggunaan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

Contohnya sebagai berikut:

  • Kerja bakti di desa dapat menumbuhkan semangat gotong-royong dan kekeluargaan, karena melibatkan seluruh warga.
  • Rendang perlu dimasak cukup lama, kemudian diaduk teratur, agar cita rasa khas dari rempah-rempah di dalamnya keluar.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tari Suanggi, Tarian Bernuansa Magis dari Papua Barat

Tari Suanggi, Tarian Bernuansa Magis dari Papua Barat

Skola
Makna Proklamasi bagi Kehidupan Bangsa Indonesia saat Ini

Makna Proklamasi bagi Kehidupan Bangsa Indonesia saat Ini

Skola
Penemuan Fosil Kuda sebagai Bentuk Evolusi

Penemuan Fosil Kuda sebagai Bentuk Evolusi

Skola
Tari Bidu, Media Mencari Jodoh di NTT

Tari Bidu, Media Mencari Jodoh di NTT

Skola
Heliosentrisme: Pengertian dan Sejarahnya

Heliosentrisme: Pengertian dan Sejarahnya

Skola
5 Macam Teknik Menggambar

5 Macam Teknik Menggambar

Skola
Cara Menghitung Volume Balok

Cara Menghitung Volume Balok

Skola
Rumus Luas Permukaan Balok

Rumus Luas Permukaan Balok

Skola
Rumus Volume Limas

Rumus Volume Limas

Skola
Rumus Luas Permukaan Limas

Rumus Luas Permukaan Limas

Skola
Tari Gareng Lameng, Ungkapan Syukur Masyarakat NTT

Tari Gareng Lameng, Ungkapan Syukur Masyarakat NTT

Skola
Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Skola
Interval Nada Harmonis dan Melodis

Interval Nada Harmonis dan Melodis

Skola
Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Skola
Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Skola
komentar
Close Ads X