Contoh Teks Diskusi Beserta Strukturnya

Kompas.com - 01/12/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi diskusi bersama teman Thinkstock/Wavebreakmedia LtdIlustrasi diskusi bersama teman

KOMPAS.com - Di kelas, guru pasti pernah mengajak kita membahas suatu permasalahan. Tak jarang teman-teman sekelas kalian memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi permasalahan tersebut. Kegiatan semacam itu disebut juga diskusi.

Diskusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Diskusi dapat disusun dalam teks, yang strukturnya terdiri atas isi, argumen pro-kontra, dan kesimpulan atau saran.

Dilansir dari John Barwick dalam Targeting Text: Photocopiable Units Based on English Texts Type: Information Reports, Eksplanations, Discussion (1998), teks diskusi adalah sebuah teks yang membantu siswa untuk berpikir jernih dan kritis.

Contoh 1

(Isi) Terorisme kembali terjadi di Indonesia. Pada Jumat (27/11/2020) teroris yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MIT) membunuh satu keluarga dan membakar tujuh rumah. Hubungan terorisme atas dasar agama selalu menjadi perdebatan. Namun, terorisme dapat dilakukan oleh siapa saja dan dari kelompok mana saja.

Baca juga: Pengertian Teks Diskusi

(Argumen pro) Tidak ada agama mana pun yang membenarkan kekerasan dan pembunuhan. Jangan sampai terorisme memecah belah bangsa karena ada sentimen agama. Tidak ada kelompok atau aliran apa pun yang berhak mengambil nyawa orang lain karena perbedaan ideologi. Kita perlu mengecam dengan tegas aksi terorisme atas dasar apa pun. Kebencian atas dasar agama hanya akan membuat teror semakin merajalela.

(Argumen kontra) Terorisme memang tidak memandang agama. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa sebagian besar aksi terorisme dilatarbelakangi ideologi berlandaskan agama. Ada doktrin dan dogma yang ditanamkan melalui aliran agama, sehingga membenarkan pembunuhan. Doktrin tersebut dapat muncul dari tafsir manusia terhadap suatu kepercayaan. Hal tersebut diperparah oleh gejolak politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya. Maka terorisme dan tafsir terhadap suatu ajaran agama dapat berkaitan. Perlu perubahan secara masif untuk mengatasi terorisme.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X