Peraturan Dasar Pertandingan Pencak Silat

Kompas.com - 01/12/2020, 15:00 WIB
Pesilat putra Indonesia, Pipiet Kamelia (merah) bertanding melawan pesilat asal Vietnam Nguyen Thi Cam Nh (biru)pada partai final nomor kelas D putri 60 kg sampai 65 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Pipiet berhasil meraih medali emas. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPesilat putra Indonesia, Pipiet Kamelia (merah) bertanding melawan pesilat asal Vietnam Nguyen Thi Cam Nh (biru)pada partai final nomor kelas D putri 60 kg sampai 65 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). Pipiet berhasil meraih medali emas.

KOMPAS.com - Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya tak benda, yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Olahraga ini sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Tentunya olahraga pencak silat sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat Indonesia. Olahraga ini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari budaya Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan pendirian padepokan atau perguruan pencak silat di berbagai daerah di Indonesia.

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pencak silat merupakan seni bela diri khas Indonesia yang mengutamakan kepandaian berkelahi, pembelaan diri serta serangan, baik untuk pertandingan ataupun untuk berkelahi.

Baca juga: Gerak Spesifik Tangkisan Bela Diri Pencak Silat

Dikutip dari buku Keterampilan Dasar Pencak Silat (2017) karya I Ketut Sudiana dan Ni Luh Putu Sepyanawati, pencak silat adalah salah satu budaya masyarakat Indonesia, sebagai upaya membela serta mempertahankan diri atau eksistensinya, untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Para pesilat tentunya harus menjalani latihan yang panjang dan rutin untuk bisa menguasai berbagai teknik dasar dalam olahraga bela diri ini.

Selain harus menguasai beberapa teknik dasar dalam olahraga pencak silat, para pesilat juga harus mengetahui serta memahami berbagai teknik dasar dalam olahraga ini.

Pencak silat memiliki beberapa peraturan yang wajib diketahui oleh para pesilat.

Apa sajakah peraturan dasar dalam olahraga pencak silat?

Berikut penjelasannya yang dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud):

Baca juga: Taktik dan Strategi dalam Pencak Silat

  1. Pada umumnya pertandingan pencak silat diadakan di gelanggang. Tempat tersebut harus memiliki bidang gelanggang yang berukuran 7 x 7 meter dan berbentuk empat bujur sangkar.
  2. Lantai pada gelanggang harus dilapisi matras yang memiliki ketebalan maksimal 5 cm. Permukaan matras harus rata dan tidak memantul. Selain itu, alas yang digunakan tidak boleh licin dan berukuran 9 x 9 meter.
  3. Pada bidang laga haruslah berbentuk lingkaran yang terletak di dalam bidang gelanggang. Batas antara gelanggang serta bidang laga haruslah melebar ke arah luar 5 cm dan memiliki warna yang kontras dengan permukaan gelanggang.
  4. Bagian tengah bidang laga haruslah dibuat lingkaran dengan diameter 2 meter serta lebar 5 cm sebagai batas pemisah saat pertandingan berlangsung.
  5. Pertandingan pencak silat dibagi menjadi tiga babak yang masing-masing memiliki waktu dua menit. Waktu istirahat satu menit saat pergantian babakk.
  6. Ketika wasit menghentikan pertandingan, hal ini tidak termasuk dalam waktu dua menit. Selain itu, jika ada pemain yang jatuh akibat serangan tidak sah dari lawan main, hal ini juga tidak termasuk dalam hitungan waktu dua menit.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masalah Sosial di Lingkungan Sekolah

Masalah Sosial di Lingkungan Sekolah

Skola
Apa Itu Endosimbiosis?

Apa Itu Endosimbiosis?

Skola
Masalah Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal

Masalah Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal

Skola
Sejarah Lahirnya Musik Barat

Sejarah Lahirnya Musik Barat

Skola
Pola Pengembangan Paragraf

Pola Pengembangan Paragraf

Skola
Rumah Panjang, Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat

Rumah Panjang, Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat

Skola
Teori Abiogenesis

Teori Abiogenesis

Skola
Efek Emisi Karbon pada Daerah Perairan

Efek Emisi Karbon pada Daerah Perairan

Skola
Pengaruh Penggunaan Pewarna Alami Batik

Pengaruh Penggunaan Pewarna Alami Batik

Skola
4 Teori Terbentuknya Negara

4 Teori Terbentuknya Negara

Skola
Tujuan Utama Kegiatan Pelatihan Pembatik dengan Pewarna Alami

Tujuan Utama Kegiatan Pelatihan Pembatik dengan Pewarna Alami

Skola
Honai, Rumah Adat Provinsi Papua

Honai, Rumah Adat Provinsi Papua

Skola
Rumah Bubungan Lima, Rumah Adat Provinsi Bengkulu

Rumah Bubungan Lima, Rumah Adat Provinsi Bengkulu

Skola
Nuwo Sesat, Rumah Adat Provinsi Lampung

Nuwo Sesat, Rumah Adat Provinsi Lampung

Skola
Cara Mudah Membuat Reklame

Cara Mudah Membuat Reklame

Skola
komentar
Close Ads X