Kompas.com - 01/12/2020, 14:11 WIB

KOMPAS.com - Yugoslavia adalah sebuah negara republik yang pernah eksis pada tahun 1943 hingga 1992.

Secara harfiah, nama Yugoslavia memiliki arti Slavia Selatan. Dikarenakan negara tersebut terletak di semenanjung Balkan kawasan Eropa Timur.

Yugoslavia merupakan negara federal dengan enam negara bagian dan dua daerah otonomi khusus. Berikut negara dan daerah yang masuk dalam Yugoslavia:

  • Serbia
  • Montenegro
  • Slovenia
  • Kroasia
  • Bosnia-Hezergovina
  • Makedonia
  • Daerah Otonomi Khusus Kosovo dan Vojvodina

Baca juga: Sejarah Kebijakan Apartheid di Afrika Selatan

Latar belakang keruntuhan

Keruntuhan Yugoslavia tidak dapat dipisahkan dari meninggalnya presiden Josep Broz Tito. Dalam buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, Josep Broz Tito adalah sosok pemimpin yang mampu membawa Yugoslavia mencapai puncak kejayaan pada tahun 1953-1980.

Pada masa pemerintahan Broz Tito, Yugoslavia menjadi negara yang kuat tanpa bergantung pada kekuatan Blok Barat maupun Blok Timur.

Pasca meninggalnya Josep Broz Tito, muncul berbagai masalah sosial dan politik yang menyebabkan keruntuhan Yugoslavia. Beberapa faktor yang menjadi latar belakang keruntuhan Yugoslavia adalah: 

  • Adanya Vacuum of Power (kekosongan kekuasaan) di Yugoslavia
  • Tidak ada figur pemimpin yang ideal pengganti Josep Broz Tito
  • Terjadinya perpecahan antar-etnis di Yugoslavia
  • Runtuhnya kekuatan komunisme pada akhir dekade 1980-an

Proses keruntuhan

Pada tahun 1987, terjadi krisis ekonomi dan politik tingkat nasional di Yugoslavia. Krisis tersebut disebabkan oleh perpecahan antar-etnis dan kondisi pemerintahan yang tidak menentu.

Baca juga: Peristiwa Reunifikasi Jerman (1990)

Krisis Yugoslavia tahun 1987 diperparah dengan terpilihnya Slobodan Milosevic sebagai presiden Serbia. Slobodan Milosevic menerapkan kebijakan deskriminatif berdasarkan etnisitas yang merugikan bagi mayoritas masyarakat Yugoslavia.

Dalam jurnal Genosida terhadap Bosnia Hezergovina (2014) karya Siska Amelia, kehidupan politik dan negara Yugoslavia yang kehilangan arah mennyebabkan munculnya aksi proklamasi dari beberapa negara bagian Yugoslavia.

Pada tahun 1991, Slovenia, Makedonia, Bosnia dan Kroasia memproklamirkan kemerdekaannya secara sepihak. Mereka kemudian mendirikan pemerintah berdaulat yang memiliki mata uang, angkatan bersenjata dan wilayah negara tersendiri.

Pada perkembangannya, proklamasi negara bagian Yugoslavia mendapat penolakan oleh Serbia. Serbia berupaya untuk tetap mempertahankan eksistensi republik Yugoslavia.

Kemudian terjadilah perang antar-etnik antara Serbia dan Bosnia yang menimbulkan ribuan korban jiwa.

Baca juga: Runtuhnya Vietnam Selatan (1975)

Josip Broz Tito, 1972.britannica.com Josip Broz Tito, 1972.
Dampak keruntuhan

Keruntuhan Yugoslavia memberikan dampak yang besar bagi tatanan kehidupan sosial, politik dan ekonomi masyarakat internasional. Berikut dampak keruntuhan Yugoslavia:

  • Munculnya negara-negara baru di kawasan Eropa Timur
  • Terjadinya krisis sosial di kawasan Semenanjung Balkan
  • Munculnya genosida terhadap kaum muslim Bosnia oleh bangsa Serbia
  • Terancamnya perdamaian dunia pasca Perang Dingin
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.