Tantangan Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia

Kompas.com - 30/11/2020, 17:19 WIB
Wakil Bupati Badung bersama anggota DPRD Badung IB Sunarta saat melaksanakan kegiatan monitoring ketahanan pangan di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8). Dok. Humas Pemkab BadungWakil Bupati Badung bersama anggota DPRD Badung IB Sunarta saat melaksanakan kegiatan monitoring ketahanan pangan di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8).

KOMPAS.com – Jika dilihat sekilas, ketahanan pangan akan mudah diwujudkan di negara Indonesia. Sebab Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki lahan pertanian luas serta sebagian besar mata pencarian penduduknya adalah sebagai petani.

Meskipun merupakan negara agraris yang memiliki lahan pertanian luas serta sebagian besar mata pencarian penduduknya adalah sebagai petani, tetap saja mewujudkan kondisi ketahanan pangan di Indonesia bukanlah sesuatu yang mudah.

Masih ada banyak tantangan yang harus dilewati Indonesia demi mewujudkan kondisi ketahanan pangan.

Dalam artikel jurnal Menuju Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan 2025: Tantangan dan Penanganannya (2014) karya Achmad Suryana, dijelaskan bahwa ada dua jenis tantangan yang harus dilewati Indonesia demi mewujudkan ketahanan pangan, yaitu:

Baca juga: Ketahanan Pangan: Definisi dan Strategi Pemerintah untuk Mewujudkannya

Tantangan pada sisi penyediaan pasokan

Ada empat masalah yang harus diatasi pada tantangan ini, yaitu:

  • Kendala sumber daya alam

Kendala sumber daya alam di sini mengacu pada ketersediaan lahan untuk pertanian. Dulu, Indonesia memang memiliki lahan pertanian yang luas, tetapi sekarang lahan tersebut perlahan hilang akibat konversi lahan pertanian untuk kegiatan industri.

Hal tersebut tentu menjadi masalah karena menurunya jumlah ketersediaan lahan akan berdampak pada menurunnya kapasitas produksi pangan nasional. Hal tersebut semakin buruk karena produksi pangan Indonesia masih berbasis lahan (land base).

  • Dampak perubahan iklim global

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, perubahan iklim global secara ekstrem cukup terasa di Indonesia.

Misalnya, pola dan intensitas curah hujan yang berbeda dari sebelumnya, kenaikan temperatur udara, banjir dan kekeringan yang sering terjadi, intesitas serangan hama, hingga penyakit yang semakin tinggi.

Baca juga: Penawaran Uang: Definisi dan Faktornya

Contoh masalah iklim tersebut bisa berdampak pada penurunan produktivitas tanaman pangan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teori Relativitas

Teori Relativitas

Skola
Rima Puisi dan Irama

Rima Puisi dan Irama

Skola
Karya Seni Montase dan Tekniknya

Karya Seni Montase dan Tekniknya

Skola
Manfaat Sumber Daya Alam Tambang

Manfaat Sumber Daya Alam Tambang

Skola
Teori Nebula

Teori Nebula

Skola
Fungsi dan Kegunaan Tempat Ibadah

Fungsi dan Kegunaan Tempat Ibadah

Skola
Partikel-Partikel Penyusun Atom: Proton, Elektron, Neutron

Partikel-Partikel Penyusun Atom: Proton, Elektron, Neutron

Skola
Proses Terbentuknya Batu Bara

Proses Terbentuknya Batu Bara

Skola
Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Datar

Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Datar

Skola
Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Ruang

Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Ruang

Skola
Tekanan Hidrostatis

Tekanan Hidrostatis

Skola
Teori Pasang Surut Gas

Teori Pasang Surut Gas

Skola
Macam-Macam Tangga Nada dan Contoh Lagunya

Macam-Macam Tangga Nada dan Contoh Lagunya

Skola
Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis

Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis

Skola
Jenis Suara Manusia: Sopran, Alto, Tenor, Baritone, dan Bass

Jenis Suara Manusia: Sopran, Alto, Tenor, Baritone, dan Bass

Skola
komentar
Close Ads X