Peristiwa Reunifikasi Jerman (1990)

Kompas.com - 30/11/2020, 14:42 WIB
Tembok Berlin Dok. KompasTembok Berlin

KOMPAS.com - Reunifikasi Jerman adalah peristiwa penyatuan kembali Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu negara.

Reunifikasi Jerman berlangsung pada sekitar tahun 1990. Reunifikasi Jerman diawali dengan peristiwa demonstrasi masyarakat Jerman Timur dan peruntuhan Tembok Berlin pada November 1989.

Kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II mengakibatkan negara ini terbelah menjadi dua negara yaitu, Jerman Barat dan Jerman Timur. Pembagian wilayah Jerman diatur dalam perjanjian Postdam pada 2 Agustus 1945.

Dalam perjanjian Postdam, Jerman Timur berada di bawah kekuasaan Uni Soviet dan Jerman Barat di bawah kekuasaan Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.

Pembatasan wilayah antara Jerman Barat dan Jerman Timur dilakukan dengan membangun Tembok Berlin yang mulai dibangun pada tahun 1961.

Baca juga: Sejarah Kebijakan Apartheid di Afrika Selatan

Latar belakang 

Dalam buku Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, peristiwa Reunifikasi Jerman tidak bisa terlepas dari melemahnya kekuatan politik dan ekonomi Uni Soviet pada pertengahan dekade 1980-an. Berikut faktor-faktor pendorong Reunifikasi Jerman:

  • Kegagalan kebijakan Glasnost dan Perestroika di Uni Sovyet

Penerapan kebijakan Glasnost (keterbukaan politik) dan Perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang diterapkan Michael Gorbachev pada tahun 1985 tidak mampu membawa dampak positif bagi Uni Soviet dan negara-negara bawahannya.

Hal tersebut berdampak pada munculnya semangat masyarakat Jerman Timur untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.

  • Pemerintah komunis Jerman Timur yang otoriter

Masyarakat Jerman Timur pada masa pendudukan Uni Soviet mengalami banyak kesulitan dalam segi sosial, ekonomi dan politik. Hal tersebut merupakan disebabkan oleh penerapan kebijakan otoriter Uni Soviet yang membatasi aktivitas masyarakat Jerman Timur.

Baca juga: Sejarah Perang Salib III (1189-1192)

  • Kemajuan Jerman Barat

Jerman Barat yang berada di bawah Amerika Serikat mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam segala bidang. Hal tersebut menimbulkan keinginan masyarakat Jerman Timur untuk melakukan reunifikasi.

Warga Berlin Barat berkumpul di depan Tembok Berlin. Pada saat yang sama, para penjaga perbatasan dari Jerman Timur membuka titik persimpangan baru di antara dua wilayah tersebut. Foto ini diambil pada tanggal 11 November 1989. AFP/GERARD MALIE, ODD ANDERSEN Warga Berlin Barat berkumpul di depan Tembok Berlin. Pada saat yang sama, para penjaga perbatasan dari Jerman Timur membuka titik persimpangan baru di antara dua wilayah tersebut. Foto ini diambil pada tanggal 11 November 1989.
Kronologi Reunifikasi Jerman

Pada awal tahun 1989, muncul gerakan-gerakan masyarakat Jerman Timur yang menuntut adanya demokratisasi politik dan ekonomi. Rezim Komunis Jerman Timur di bawah Erick Honeker tidak mampu membendung gerakan reformasi yang dilancarkan demonstran.

Demonstrasi ini memuncak pada tanggal 9 November 1989 dengan penghancuran Tembok Berlin. Penghancuran Tembok Berlin menandakan keruntuhan dari rezim komunis di Jerman Timur.

Baca juga: Penaklukan Kembali Spanyol (Reconquista)

Dilansir dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, wacana Reunifikasi Jerman mulai muncul pada pertemuan di Ottawa, Kanada. Pertemuan yang diselenggarakan pada awal 1990 tersebut dihadiri oleh Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Uni Soviet, Jerman Barat, dan Jerman Timur.

Realisasi dari penyatuan Jerman secara resmi terwujud pada 3 Oktober 1990 melalui ketetapan Parlemen Jerman.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tari Bidu, Media Mencari Jodoh di NTT

Tari Bidu, Media Mencari Jodoh di NTT

Skola
Heliosentrisme: Pengertian dan Sejarahnya

Heliosentrisme: Pengertian dan Sejarahnya

Skola
5 Macam Teknik Menggambar

5 Macam Teknik Menggambar

Skola
Cara Menghitung Volume Balok

Cara Menghitung Volume Balok

Skola
Rumus Luas Permukaan Balok

Rumus Luas Permukaan Balok

Skola
Rumus Volume Limas

Rumus Volume Limas

Skola
Rumus Luas Permukaan Limas

Rumus Luas Permukaan Limas

Skola
Tari Gareng Lameng, Ungkapan Syukur Masyarakat NTT

Tari Gareng Lameng, Ungkapan Syukur Masyarakat NTT

Skola
Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Tari Lenso, Berasal dari Bahasa Portugis

Skola
Interval Nada Harmonis dan Melodis

Interval Nada Harmonis dan Melodis

Skola
Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Skola
Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Tari Bedana, Cermin Tata Kehidupan Masyarakat Lampung

Skola
10 Patung Tertinggi di Dunia

10 Patung Tertinggi di Dunia

Skola
Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Tari Cangget, Tarian Tradisional Provinsi Lampung

Skola
Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Kenapa Hujan Bikin Lapar?

Skola
komentar
Close Ads X