Sejarah Perang Salib IV (1218-1291)

Kompas.com - 27/11/2020, 15:14 WIB
Kekaisaran Bizantium: Sisa-sisa Kekaisaran Bizantium pada 1265. britannica.comKekaisaran Bizantium: Sisa-sisa Kekaisaran Bizantium pada 1265.

KOMPAS.com - Perang Salib periode keempat berlangsung pada tahun 1218 hingga 1291 Masehi.

Pada Perang Salib IV, pasukan Kristen dipimpin oleh raja Jerman bernama Frederick II. Deklarasi Perang Salib IV oleh Frederick II bertujuan untuk menguasai Yerusalem dan wilayah Palestina.

Pada tahun 1218 Masehi, Frederick II mengawali Perang Salib IV dengan melakukan penyerangan terhadap Mesir dan beberapa daerah di kawasan Afrika Utara.

Frederick II berusaha menghimpun dukungan dari kaum Kristen Ortodoks yang berpusat di Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria untuk menguasai Damietta. Kawasan Damietta merupakan pintu gerbang dari Mesir.

Baca juga: Sejarah Perang Salib I (1096-1270)

Pengepungan Mesir

Mereka melakukan pengepungan terhadap Damietta yang memiliki benteng berlapis dan menara pengawas yang kokoh.

Dalam pengepungan tersebut, pasukan Salib mengalami kesulitan untuk menembus benteng Damietta. Akhirnya, pengepungan dilakukan hingga berbulan-bulan.

Pengepungan Damietta menyebabkan terputusnya akses masyarakat dalam benteng dengan dunia luar sehingga mereka mengalami krisis makanan dan kesehatan.

Dalam buku Sejarah Islam Klasik (2013) karya Susmihara dan Rahmat, Malik al Kamil sebagai sultan Mesir memimpin pasukan untuk mematahkan pengepungan dan mengirimkan pasokan makanan serta obat-obatan ke dalam benteng.

Namun, setelah beberapa pertempuran melawan pasukan Salib, ia tak kunjung berhasil masuk ke dalam benteng.

Baca juga: Sejarah Perang Salib II (1144-118)

Demi keselamatan mayarakat dalam benteng, Sultan Malik al Kamil terpaksa melakukan perjanjian damai dengan Frederick II.

Dalam perjanjian tersebut, Malik al Kamil bersedia untuk menyerahkan kembali Yerusalem dan wilayah-wilayah yang pernah ditaklukan Salahuddin kepada tentara Salib. Sebagai balasannya, Frederick II menarik mundur pasukannya dari Damietta dan menjamin keamanan dari kaum muslim.

Perebutan kembali

Pada tahun 1247, Malik as Shalih berhasil merebut kembali Palestina yang dulu berada dibawah kekuasaan Malik al Kamil. Malik as Shalih sendiri merupakan sultan Mesir setelah Malik al Kamil.

Dalam buku Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, ketika Mesir dikuasai oleh dinasti Mamalik, pimpinan perang pasukan muslim berada dipegang oleh Baibars, Qalawun dan Ibnu Taimiyyah.

Di bawah pemerintahan Dinasti Mamalik, pasukan Muslim berhasil menaklukan kota Akka (Israel) pada tahun 1291.

Baca juga: Sejarah Perang Salib III (1189-1192)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X